Selasa, 21 Oktober 2025

Menumbuhkan Suara, Imajinasi, dan Cinta Buku: Catatan dari Bimbingan Teknis Membaca Nyaring di Bondowoso

9:42:00 AM 0


Ada yang istimewa di bulan Oktober ini bagi dunia literasi Bondowoso. Selama sepekan penuh, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso menggelar Bimbingan Teknis Membaca Nyaring (Reading Aloud) — sebuah kegiatan yang bukan hanya mengajarkan cara membaca, tetapi juga menghidupkan kembali semangat untuk mencintai buku dan berbagi cerita. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga gelombang dengan total 150 peserta dari berbagai kalangan.

Gelombang pertama (13–14 Oktober 2025) diikuti oleh para ibu rumah tangga yang tergabung dalam anggota PKK dari 5 kecamatan, yakni Kecamatan Kota, Curahdami, Tegalampel, Tenggarang, dan Grujugan

Gelombang kedua (15–16 Oktober 2025) diikuti oleh guru PAUD dan TK Kabupaten Bondowoso.

Gelombang ketiga (17 dan 20 Oktober 2025) melibatkan pegiat literasi dari berbagai taman baca, komunitas, dan lembaga pendidikan.

Belajar dari Para Narasumber Inspiratif

Pada kegiatan ini, dua narasumber utama hadir membawakan materi yang begitu bernas dan menggugah. 

Materi pertama berjudul “Memasyarakatkan Literasi untuk Membangun Negeri” disampaikan oleh Ibu Evy Yulistiowati Pramono, S.Pd. Beliau adalah fasilitator Parenting dari Save the Children Indonesia, guru Bimbingan Konseling, Instruktur Nasional Bimbingan Konseling, sekaligus pengelola PAUD dan TK Anak Sholeh Bondowoso.

Dalam paparannya, Ibu Evy mengingatkan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah kecakapan hidup — bekal untuk berpikir kritis, bijak menggunakan informasi, dan menjadi manusia yang berdaya. Beliau juga membagikan tips-tips sejahtera dengan literasi, membangun kebiasaan membaca dalam keluarga, dan bagaimana menumbuhkan anak-anak yang cinta ilmu.

Materi kedua, “Reading Aloud (Membaca Nyaring)”, dibawakan oleh Ibu Ludfi Dian Wahyuni G., S.Pd., M.Pd. Seorang pegiat literasi, guru TK, pencipta lagu anak, penulis buku cerita anak, sekaligus praktisi pendidikan yang sangat berpengalaman. Dengan gaya ceria dan interaktif, Ibu Dian mengajak peserta mempraktikkan langsung membaca nyaring — bagaimana memainkan intonasi, logat, tempo, dan karakter suara saat bercerita. Suasana pelatihan berubah menjadi penuh tawa, antusiasme, dan energi positif.

Transparansi dan Komitmen: Literasi dari Dana ke Aksi

Menurut Ibu Nuriya Ima Shinta, S.T., M.T., atau yang akrab disapa Ibu Ita, selaku Kepala Bidang Perpustakaan, kegiatan ini didanai melalui DAK Non Fisik.
Beliau menegaskan bahwa seluruh penggunaan dana dilaksanakan secara transparan dan terbuka, dan yang lebih penting, kegiatan ini memiliki dampak nyata bagi penguatan gerakan literasi di Bondowoso.

“Ibu-ibu PKK, guru PAUD, TK, dan pegiat literasi adalah ujung tombak dalam menumbuhkan budaya baca di masyarakat,” ujar beliau.
“Dengan membaca nyaring, anak-anak bisa tumbuh dengan imajinasi yang lebih luas, dan para pendidik bisa menjadi fasilitator yang inspiratif. Ini juga bagian dari dukungan terhadap Perda Gerakan Literasi Daerah (GELIDA), agar literasi benar-benar hidup sampai ke akar rumput.”

Sambutan dan Harapan untuk Gerakan Literasi Daerah

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso, Ibu Nunung Setianingsih, M.M., menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Beliau berharap agar hasil bimtek tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi bisa diterapkan di sekolah, taman baca, dan komunitas masing-masing.

“Semoga kegiatan seperti ini menjadi bagian dari gerakan literasi yang berkelanjutan, mendukung Perda Literasi, dan menguatkan Bondowoso sebagai daerah yang cakap literasi.”


Refleksi Pribadi: Small is Beautiful

Sebagai salah satu pegiat literasi dan pendongeng dari TBM Sakola Pekarangan sekaligus pendiri Pekarangan Institute, saya merasa kegiatan ini seperti menanam benih di taman pengetahuan. Setiap peserta membawa pulang semangat baru, dan saya percaya dari ruang-ruang kecil inilah perubahan besar berawal.

Saya sering menyebutnya, “Small is Beautiful.” Dari membaca satu buku bersama anak, dari satu dongeng yang dibacakan dengan cinta, dari satu guru yang berani mencoba membaca nyaring di kelas — semua itu bisa menumbuhkan gelombang literasi yang indah.

Semoga ke depan, kegiatan seperti ini terus berkembang menjadi Festival Literasi, Talkshow Buku, dan pelatihan relawan literasi, melibatkan orang tua, guru,ustadz, aktivis, dan tentu saja anak-anak Bondowoso. 
Karena literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi tentang menyemai harapan dan menumbuhkan manusia yang berdaya.

____

Salam Literasi, 
Holidi
Pegiat Literasi | Pendongeng | Pendiri Pekarangan Institute
Bondowoso, Oktober 2025


Senin, 27 November 2023

BRI Pahlawan UMKM Indonesia, UMKM Tumbuh agar Masyarakat Berdaya

11:49:00 AM 0

ILUSTRASI: Pelaku Usaha Mikro dan UMKM yang Dapat KUR di Kampung Nelayan Puger Jember

Indonesia menjadi salahsatu negara yang terdampak covid yang sangat luar biasa melemahkan perekonomian. dua tahun silam wabah covid yang sangat mematikan perekonomian, terutama yang terdampak adalah pelaku usaha besar bahkan usaha kecil menegah atau ultra mikro dan menengah juga terdampak sangat dahsyat. sangatlah banyak pengusaha yang bangkrut usahannya hanya dalam waktu sesingkat itu. Masa pandemi berangsur pulih, muncullah usahawan-usahawan baru, start up baru untuk membangkitkan perekonomian Indonesia. Munculnya UMKM dan usahawan baru ini menjadikan gairah perekonomian mulai pulih, begitupun dengan dukungan pemerintah melalui dunia permodalan dan perbankan milik BUMN dengan dana permodalan mulai dikucurkan, bukti keseriusan pemerintah mendukung ultra mikro dan  UMKM untuk naik level. salah satunya perbankan yang melakukan pemberdayaan Ultra mikro dan UMKM yakni Bank Rakyat Indonesia, dengan adanya pemberdayaan modal dan dukungan untuk penguatan usaha UMKM. Hadirnya BRI menjadi Pahlawan UMKM, hingga UMKM berkembang dan naik kelas dari sebelumnya, upaya pemberdayaan UMKM berkembang dan maju merupakan bukti keseriusan BRI untuk Indonesia yang lebih baik di masa akan datang.

Usaha Tumbuh dan Naik level Bersama Bank Rakyat Indonesia

Sejak hadirnya BRI 128 Tahun lalu telah banyak transformasi yang dilakukan mengikuti arah zaman dan kebutuhan rakyat Indonesia. Di ulang tahun yang ke 128 ini, BRI telah mencatat 34 Juta UMKM telah dilayani. Untuk tumbuhnya ekonomi yang lebih positif BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai upaya mendorong roda Perekonomian Kelas Bawah untuk naik level, serta sebagai upaya penyediaan lapangan pekerjaan  bagi masyarakat. KUR diberikan kepada mereka yang membutuhkan modal usaha untuk melanjutkan usaha yang sebelumnya bakrut dan atau bagi mereka yang baru memulai usaha, utamanya usaha ultra mikro dan UMKM. Dengan dukungan 7.980 outlite jaringan kantor seluruh indoenesia, sangat memudahkan para nasabah dalam melakukan transaksi KUR dan Transaksi lainnya. Adanya KUR yang telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dengan usaha tumbuh dan  usaha kelas bawah naik level, menjadikan BRI Pahlawan UMKM yang tentunya banyak membantu perekonomian mereka.

FOTO: Salahsatu UMKM Perbaikan Jaring nelayan yang mendapatkan pinjaman KUR 

salahsatu yang merasakan manfaat adanya KUR yakni masyarakat nelayan di Getem, Puger, Jember. Jasa usaha dilakukan adalah perbaikan jaringan ikan dan jual beli rakitan jaring baru yang dilakukan oleh ibu Kiki. “Kebutuhan untuk perbaikan ini membutuhkan beberapa alat, bahan jaring agar lebih cepat dan lebih nyaman ke nelayan yang melakukan perbaikan dan pesanan jaring ikan ke saya. Dengan adanya modal KUR BRI ini, saya merasa terbantu dalam mendapatkan modal, dengan bunga rendah dan Persyaratan yang mudah bagi usaha seperti saya” Akunya. 

Digitalisasi BRI Bentuk Transaksi yang lebih Mudah dan Efisien

Di era teknologi yang semakin tanpa batas ruang dan waktu, tentu banyak yang harus dilakukan dunia perbankan seperti BRI, dengan di dorong transaksi dan pelayanan berbasis digital. Menurut portal Kontan, 229 Outlite kantor pelayanan telah di tutup, bukan karena kerugian ataupun mengurangi pelayanan, akan tetapi karena akibat adanya digitalisasi BRI dan berahlinya pola perilaku masyarakat menuju digital, akibatnya keberadaaan dan fungsi outline kantor pelayanan konvensional akan terus berkurang. PT Bank Rakyat Indonesia sebenarnya telah banyak melakukan inovasi digital dengan terus meningkatkan kantor layanan berbasis digital, untuk meningkatkan layanan nasabah lebih nyaman bertransaksi dimanapun dan kapanpun. Melalui e-hannel, self service dan penyediaan platform digital lainnya.

BRI terus mendorong setiap nasabah migrasi dari kantor cabang maupun unit ke platrom elektronic channel ATM, Digital Customer Service, BRImo serta agen Brilink. Dengan layanan lebih banyak digital, dimaksudkan kantor cabang lebih fokus pada pejualan dan layanan nasabah yang bersifat komplek. Digitalisasi BRI ini, juga telah di barengi dengan peluncuran platform digital untuk UMKM yakni Busines to Customer, yang menghubungkan pelaku UMKM dengan para pembeli dalam aplikasi jual beli komoditas. 

Gerobak UMKM Minuman Kekinian yang ditempeli stiker BRImo KC Bondowoso 

Selain itu UMKM telah banyak dilakukan digitalisasi dengan hadirnya BRImo di setiap outlite UMKM yang bisa digunakan pembayaran, penjualan dan layanan lainnya secara self service yang bisa dilakukan oleh UMKM, ada nilai lebih dengan pemabyaran Qris yang langsung bisa diakses melalui BRImo oleh pelaku UMKM dalam pembayaran, serta bisa traksaksi lainnya untuk mendapatkan penghasilan lainnya, dari penjualan selain komoditas yang UMKM jual.

Inovasi BRI untuk Indonesia, Juga dilakukan digitalisasi yang berupa BRIlink dinilai menjadik kemudahan bagi nasabah dan agen untuk bertransaksi yang dilakukan dimanpun dan kapanpun, seperti yang penulis perhatikan dan tanyakan ke salasatu agen BRIlink di kecamatan Maesan, Bondowoso, hilir mudik orang tarik tunai, transfer, pemabayaran kredit dan transaksi lainnya yang dilayani dengan santai sambil diskusi dengan penulis, banyak kemudahan yang dirasakan nasabah. “saya tidak perlu jauh-jauh dan antri di atm untuk tarik tunai ambil gaji dari tempat perusahaan saya kerja, cukup ke Mbak Wiwin ini sudah mas” Ucapnya nasabah kepada penulis. selain itu juga menjadi nilai tambah bagi agen yang juga berprofesi sebagai guru honorer ini, seperti yang utarakan kepada penulis “ Alhamdulillah dek, dengan menjadi agen BRILink, cukup membantu nasabah tidak perlu jauh untuk tarik tunai, transfer dan saya pun mendapatkan keuntungan dari transaksi yang dilakukan ini dek” Ucapnya Agen BRIlink ini. 
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), juga memiliki tekat UMKM bisa bertransaksi dengan pasar Dunia, atau bisa melakukan Ekport komoditasnya untuk meningkatkan usaha mikro dan UMKM agar naik kelas. Tercatat banyak inovasi yang sedang dilakukan dan disiapkan BRI untuk UMKM Indonesia ditahun ini dan Mendatang.