Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2020

Menghargai Proses Bersama Swayanaka Jember II

7:55:00 PM 0

Struktur Organisasi Swayanaka Indonesia regional Jember

Foto By Panitia Oprec, Edit by Canva


Divisi Kesehatan

Divisi kesehatan merupakan divisi yang menangani dengan masalah kesehatan tumbuh kembang anak serta lingkungan sekitar desa binaan. Banyak program yang muncul dalam kepengurusan periode saya saat itu, salah satunya pembuatan Taman Toga bersama anaka-anak dan cek kesehatan mata anak. Divisi diisi oleh orang –orang berkompeten dibidangnya saat itu. karena saya rasa ketika itu Jember masih tinggkan kebersihan anak dll masih rendah, mari ikuti saya untuk mengenal siapa saja yang menjadi bagian divisi ini. silakan simak!

Finty Arfian

Panggilan akrabnya Finty, perempuan asal Magetan ini merupakan mahasiswa Kedokteran yang secara nanti dia akan menjadi dokter. Ia menjabat sebagai Kepala divisi Kesehatan, cukup ekuavalenkan dengan jurusannya dia. anggota satu ini merupakan anggota yang sangat aktif dalam berswayanaka. Selain kesibukannya dia di swayanaka ia juga sibuk di organisasi internal kampusnya. Dia juga perekat anggota ketika anggota waktu menjadi blok-blok, dengan upaya dia bisa menjadi anggota rekat. Sebelum menjadi kadiv, ia pernah menjadabat sebagai anggota saya di Danus di pengurusan sebelumnya. Selain itu ia juga idaman di swayanaka, idaman kakak-kakak dan beberapa anggota tetapi  tidak ada yang berani ta’aruf sama dia hehehe. Anggota yang pernah nangis karena acaranya tidak berjalan dengan baik ketika menjadi penanggung jawab acara di sekolah binaan. Kesibukan saat ini Dokter Muda dan selain itu sepertinya sangat sibuk dirumah sakit.. sukses terus ya  Dokter, ojok nangisan maneh yo….hehehe

Alfita Rahmawati

Alfita panggilan akrabnya, perempuan ini berasal dari kota Tulungagung dan notabane ia merupakan satu kota sama mbak Emma ketua swayanaka periode sebelum saya. Dia mahasiswa farmasi yang cukup satu jalur dengan divisi yang ia tangani. Dia merupakan anggota satu-satunya dari farmasi setelah generasi seangkatannya pada hilang entah kemana, selain aktif diswayanaka ia juga katif dibanyak kegiatan salah satunya di UKM kesenian fakultasnya. Ia juga sangat hobi menari. Terkahir ia menajabat ketua swayanaka periode setelah saya, anggota yang sering telat kalau janjian karena ketiduran hehehe. Kesibukan saat ini mungkin berada di Tulungagung apa Blitar dengan persiapan menjadi apoteker Handal.. sukses yoo sering ngeracik obat anti Tidur ya dekk biar tidurnya gak kelewatan...

Rima Aprilia H

Rima panggilan akrbanya Rima, mahasiwa asal Blitar ini merupakan mahasiwa kedokteran yang satu angkatan sama finty, sewaktu dipengurusan saya dia sangat aktif dalam memenej sesuatu, terkahir ia mengikuti kegiatan pada Oprec anggota baru, alasannya karena sangat sibuk di organisasi dlam kampus karena juga tuntutan kuliah yang berat. Perempuan satu ini tidak banyak saya ketahui karena jarang berkomunikasinya dengan saya dan mengikuti proses di swayanaka tidak sampai akhir dan ia mengajukan pengunduran diri setelah nilai ujian Bloknya menurun. Menurut saya dibalik kesibukannya ia masih bisa membagi waktu dengan baik.. baik baik ya DMnya .. kalau ketemu dijalan sapa yaa sukses terus menjadi Dokternya.

Presesiaji

Aji panggilan akrabnya, merupakan satu-satunya anggota laki-laki yang berasala dari Kedokteran waktu itu. Pria asli Sidoarjo ini merupakan mahasiswa sangat aktif, selain menjadi bagian dari swayanaka ia juga menjadi bagian penting organisasi BEM kampusnya. Ia juga aktif dalam kegiaatan rohanian di kampus bahkan setiap langkahnya ia pegang Al Qur’an. Oleh karena itu waktu itu menjadi idaman perempuan diswayanaka. Kesibukan saat ini menjalani Praktek Dokter Muda, sukses terus yo ji, pertahankan sikap Cool mu yo hehe

Divisi Pendidikan

Divisi pendidikan merupakan divisi yang bertugas menyelenggarakan Belajar Mengajar di Desa Binaan dengan metode belajar, bermain dan berkarya. Disini adek-adek di desa binaan diajak berkreativitas, menngenali sesuatu dan berkarya Sesutu yang tidak ia dapatkan di pendidikan formal. Salah satu contoh adek-adek diberikan kesempatan untuk mendongeng dan mebuat kreasi dari barnag bekas. Selain itu tantangnanya juga banyak ketika kami dihadapakan dengan adek-adek di desa binanan yang superaktif, tingkat keingintahuannya tinggi dan masih mencari jati diri mereka. Tak jarang dulu sewaktu kami di desa binaan sebelum mengajar adek-adek ini mengusir kami dari desa, tidak mau terbuka kepada kami bahkan kami sempat dihadang dan ditantang berkalahi oleh adek-adek yang menamakan dirinya “panitia Hari Kiamat”, padahal mereka masih kelas 4-6 sekolah dasar. Darisana kami belajar pendekatan emosional dengan mereka, dan pendekatan secara manusiawi kita lakukan, mereka tumbuh dan berkembang bersama kami, lamban laut mereka sangat terbuka dengan kami, bahkan kalau jadwal ke desa binaan kami tidak hadir diminggu berikutnya mereka menyanyakan kami. Bahkan seperti hubungan kakak dan adik. Tujuan kami tidak banyak, cuckup memberikan ruang bagi mereka, dan menjadi kakak penyayang bagi mereka. Alhamdulillah, ketika mereka lulus dari sekolah dan berpamitan mau mondok dan melanjutkan sekolah ke menengah pertama, kami merasa sangat bahagia dan ada tangis haru bahagia diantara kami. Sampai saat inipun mereka masih sering menyapa kami di Media Sosial dan tak jarang ketika mereka dirumah menanyakan kapan kami bisa bertemu mereka. Mungkin itu sedikit kisah di desa binaan yang menjadi memori dan kebanggan tersendiri bagi kami. Selanjutnya saya menyebutkan satu-persatu yang berkecipung di divisi pendidikan.

Faiz Al Amjad

Pemuda asal Jogja ini merupakan Kepala divisi pendidikan yang selanjutnya menggantikanku menjabat ketua Umum setelahku tetapi tidak berjalan mulus, dia hanya bisa mempertahankan jabatannya hanya beberapa bulan, karena beberapa alasan yang menjadikan dia mundur dari jabatan terserbut. Dia ikut swayanaka mulai ketua umumnya masih mbak Emma. Selang berapa bulan setelah ia memundurkan diri daya dapati ia tengah memeperdalam ilmu Al Qur’ann dan dia menjadi perwakilan Kampusnya untuk mengikuti lomba MTQ Nasional. Selain itu waktu diswayanaka di memang tidak banyak bicara jadi dia memiliki skretaris divisi yang bantu komunikasi denganku yakni Ella. Pria ini merupakan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional. Terima kasih Iz, wes sanggup dadi kepala divisi Pendidikan sek jamanku yo.. lek ketemu ndek ndi ae nyopo iz, ra usah sungkan-sungkan…

Ella Izza Asfarina

Mahasiswi asal Lumajang ini merupakan anggota divisi pendidikan yang juga sering membuat ide mengembangkan pendidikan anak. Pernah menulis buku dongeng anak yang iya tulis dengan temen-temen UKM Kesenian Universitas Jember. dia sangat cerdas menejemen waktu antara kuliah dan beberapa organisasi. Dia menjadi perantara komunikasiku dengan faiz ketika dipengurusan, karena dia merupakan anggota yang cukup sering obrak-abrik divisinya untuk berkegiatan. Kalau tidak salah jabatan terakhir di swayanaka regional jember adalah sebagai kadiv pendidikan. cukup sabar menghadapi adek-adek binaan, mungkin karena memang sesuai jurusannya PG PAUD UNEJ. Mungkin banyak lagi yang tidak bisa saya tulis tentang perempuan ini. el, baik-baik dengan gelar terbarunya ya, dan semoga semangatmu sek ndek Jember, iso di gowo neng kotamu Lumajang .

Muhlisin

Mahasiswa Magister Hukum Universitas Jember ini merupakan pemuda asli Kota Gandrung Banyuwangi dan sekaligus Pendekar Tapak Suci. Saat ini dia aktif sebagai penasehat hukum disalahsatu lembaga Bantuan Hukum di Banyuwangi. Semasa bersama diswayanaka banyak kritikan yang membangun untuk berkembangnya swayanaka saat itu. dibalik kesibukannya kuliah dna kerja dia masih aktif berorganisasi, didalam kejombloan saat itu juga ingin meminang swayanakers juga tetapi, tidak ada jalan kesana. Sin lek dadi pangacara kudu adil, tetap menjadi pengacara yang baik hati dan tidak sombong yo sin. Mugo tahun iki wes entuk jodoh lan rabi hehehe

Lika indria

Perempuan cantik mungil ini merupakan anggota swayanaka pada periode saya yang sempat tidak aktif beberapa bulan di karena tidak malu untuk bergabung kembali sejak vakum pasca oprec saat itu. perempuan asal Kota Gresik ini merupakan sarjana pendidikan Fisika Universitas Jember. setelah beberapa lama tidak mengikuti kegiatan swayanaka kala itu, terbayar dengan  aktifnya berkegitan setelah itu. saat ini dia kembali ke kampung halamannya di Gresik sekitar Kecamatan cermee yang merupakan lokasi yang pernah saya singgahi sewaktu bekerja disana. masio adoh teko Jember, tetep bermanfaat bagi sesame yo lik, menowo enek kegitan swayanaka Surabaya iso melok lan kontak bu Yessy senior swayanaka sing stay ndek Gresik pisan lik. Lek rabi undang-undang yoo.. insyaallah teko kok hehe


Divisi Dana Dan Usaha

                Divisi ini merupakan divisi yang bertanggung jawab atas pendanaan yang diberikan dari pusat dan dana dari donatur untuk di kelola dan dikembangkan, Untuk menunjang operasional kita berkegiatan selama kepengurusan. Ketika itu kegiatan mereka usaha mandiri, EO kegitan kecil-kecilan, dan beberapa kegiatan untuk mendapatkan sponsor dan dana dari luar donasi tetap. Saat itu ada yang bergerak memebuat lukisan, jualan cilok sampai jualan bros, krudung serta usaha lain yang halalan toyibban. Untuk berkenalan dengan beberapa orang yang telah berjasa kala itu mari saya kenalkan satu-satu;

Aprilian Dwi Cahyono

            Pria Gentlemen kelahiran Jember ini merupakan koordinator divisi ini atau ketua divisi Danus ini. dia merupakan salahsatu sahabat saya di Perkumpulan anak muda kala itu bernama KOERAWA, yang sampai ini masih aktif berkontribusi menelong umat yang sedang kelaparan diperantauan. Dia merupakan satu-satunya cowok yang berada di Divisi tersebut. seorang sahabat yang sama-sama berjuang menjalani masa akhir purna kampus saat itu, salahsatu sahabat yang super kalem dalam segala hal, panggilan akrabnya adalah Pak RT, dia merupakan seorang mahasiswa Sosiologi dan calon S.Sos tahun ini, selain kesibukannya tugas akhir, saat ini sibuk menata masa depan untuk menjadi bapakable. Perannya di Danus waktu itu sangatlah strategis, saya memilih mempercayakan danus kepada dia, karena dia pernah menjadi anggota danus ketika saya masih menjadi Kadiv danus di periode sebelumnya. Pokok’e pak RT iki kalem-kalem menghanyutkan dalam memimpin divisinya. Ayo te semangat, Insyaallah sukses bareng kok, ojok baperan lan putus asaan, sukses sukses.. lek gak sukses yo kudu sukses te…

Arlin M.

Perempuan asli Jember ini merupakan mahasiswa dari Jurusan Fisika, di fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan. merupakan anggota danus yang memiliki bakat dalam karya seni lukis dan gambar. Saat menjadi anggota swayanaka dikepengurusan dia cukup aktif memebriakn kontribusi, selain kesibukannya kuliah dan swayanaka dia juga sering ikutan lomba yang mewakili kampus di luar kota serta pernah menjadi peserta pepsiminal category seni. Ia juga aktif kegitan di UKM kesenian UNEJ. Dari skill melukisnya ia jual melalui swayanaka dan beberapa penghasilnya masuk ke kas Swayanaka, sebuah skill yang membawa berkah. Lin, lek ketemu aku maneh sopo yo, kapan-kapan aku tak tuku lukisanmu maneh..

Lely Yuliati

Perempuan asli pulau Garam ini tetaptnya Kota Sumenep, merupakan mahasiswi dari FKIP Fisika Unej yang saat ini stay di Kota Malang. Dia merupakan bagian dari beberapa anggota swayanaka yang berasal dari Fisika, memang kebetulan squad kepengurusan saya banyak dari pendidikan fisika ketika itu, dan selaluaktif membantu mbak siti dalam melakukan kegiatan.Semasa di Jember kita kalau ketemu sering memakai bahasa ibu yakni bahasa Madura, dan Alhamdulillah dia juga sebagai penerjemah bagi temen-temen yang tidak mengerti bahasa Madura ketika turun ke Desa Binaan. Dia bertahan dari oprec sampai akhir kepengurusan, terima kasih ya lek.. telah meluangkan waktu untuk berswayanaka. Jek kalopaaen lek, insyallah sukses masenah bede e malang, le bileh mun bedeh bektoh kok nyepperah lek..

Siti Maimunah

Siti Maimunah nama Aslinya, teman-temannya se angkatannya memanggilnya Mbak Siti dan swayanakers yang lainnya biasanya memanggilnya mbak My Moon. Perempuan asal Probolinggo ini merupakan mahasiswi Jurusan FKIP Fisika dan merupakan yang  dituakan diantara beberapa swayanakers asal jurusan fisika. Ia menjabat sebagai Ibu DANUS yang seringkali mau direpotkan membuat kreasi untuk pengadan kas. Kos-kosannya yang menjadi tempat Inventaris Swayanaka. Kisahnya diswayanaka memang slow-slow but Sure, dia cepat tanggap sigap dalam melaksanakan program kerja, kalau bagian nagih uang baju kepengurusan serahkan dia, pasti dipepet terus.. cocoklah jadi bagian penagihann.. pepet terus sitt. Baru-baru ini ia menyandang status baru yakni sebagai seorang istri, lelaki yang selalu dicuekin ketika telpon dan selalu kurang direspon kita ngomong sekarang menjadi imam dalam berkeluarga. Sepurane yo sit durung iso teko neng Probolinggo langgeng yo sama mas Arif.. ojok lali uang baju yang belum lunas di tagih ya hehe..

Faiq Najibur

Mas faiq banyak swayankers perempuan memanggilnya, pria kelahiran Banyuawangi dan mahasiswa jurusan Kesejahteraan sosial ini merupakan anggota paling cool di divisi Danus. Ia tidak banyak bicara dalam melaksanakan proker, tetapi lebih banyak bekerja dan full inisiatif, tentatif dalam bekerja. Dia salah satu anggota siaga yang kapanpun bisa dipanggil untuk kegiatan kami. Ketika swayanaka hampir mendapatkan seseorang tetapi, diagantung dalam hubungannya hehe. Beberapa kali saya pernah singgah dirumahnya dan menumpang nginep disana, perawakananya tetap cool sampai saat ini. Kesibukannya setelah ia lulus menjadi seorang pengusaha ayam dan Driver ojol yang enerjik.. kabar terbaru sih sudah bekerja di Finance salah satu bank di Banyuwangi. Ojok lali kang tak enteni ndek Bondowoso, samean sing durung teko omahku, lek sek mau berjuang yang itu tuh masih kosong kabarnya kemarin kang hehe

Yeri Suhartin

Yeri itu panggilan akrabnya, perempuan asal Jmebr ini merupakan mahasiswa dari jurusan fisika 2013, sewaktu dikepengurusan jarang berargumen, berebeda dengan anggota yang lainnya. Waktu itu pernah membantu Danus dalam inovasi produk untuk mnunjang perekonomian organisasi eyaaaa.. kalau tidak salah ketiak itu membuat es pisang ijo yang di Jual waktu acara Bulan Berbagi atau Lebih di Kenal Baksos yang adakan setahun sekali. Yari cukup pendian, sangat jarang ngobrol dengan saya. Samapai demesioner kalau dihitung jari masih bisa, ngobril dengna saya. Yer kalau masih di Jember sering-sering ya lihat swayanakanya, terus kalau ketemu nyapa yaa.. ojok macak gak kenal hehe
       

Divisi Hubungan Masyarakat

Divisi Humas merupakan divisi untuk publikasi kegiatan dan penghubung organisasi dengan masyarakat, komunitas lainnya. Publikasi kegiatan oleh tim humasBaik dalam bentuk foto, video, informasi grafis dan dapat diakses oleh semua. Selain itu humas dalam bekerja selama periode kepengurusan saya, cukup banyak prestasi yang mereka berikan. Berupa penghubung dengan pihak sponsor, media online maupun cetak dan video kegiatan selama satu periode tersebut. dan biasanya tim humas jarang muncul di media sendiri. Baik saya akan kenalkan anggota yang keren-keren dari Humas ini satu-satu.

Sendy Martin

Pria kelahiran Kota Santri Jombang ini merupakan kepala divisi Hubungan Masyarakat periode saya. Dia merupakan sarjana Sosiologi yang saat ini telah bekerja di salah satu perusahaan semen bertempat di Solo. Dia membantu saya sebagai ketua Hubunganj masyarakat, dan telah muncul karya-karya dia ketika berproses diswayanaka bisa kalian akses di Youtube.  2019 kemarin dia menikah dan selamat sen, wes entok konco dewe. Semoga tahun ini bisa main ke Jombang aku bro,,

Siti Nailatul

Perempuan kelahiran Ambulu, Jember ini merupakan sarjana Biologi yang saat ini sibuk-berproses ditempat lainnya. Dia merupakan salah dua mahasiswa yang bertahan dengan dikepengurusan saya bersama Syari, tak lain merupakan sahabatnya yang sekarang telah menjadi Istri dari bapak SDM yakni Malik naharul. Perempuan ini paling sering memberikan masukan terhadap swayanaka khususnya ketika tim humas kendor. Tak do’akan nai semoga segera menyusul bapak ibu PSDM ya, biar bisa double date.

Hikmah Yanti

Perempuan kelahiran Puger Jember ini merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Fisika, yang tak laia pasukan terbesar dikepngurusan saya. Diluar kegiatannya menjalani kuliah di FKIP dia juga memeiliki skill desain grafis yang menjadikan dia seorang Humas bagian desain pada masanya, sering sekali saya hubungi ketika desainnya belum muncul di Instagram kami. Saat ini dia telah sibuk menajdai seorang guru di salahsatu sekolah SMA di kecamatan Puger, dan semoga ada kabar baik ditahun ini, tentang laki-laki yang sering saya lihat di status Whatsappnya.  

Hendrik

Pria asal Jember ini merupakan mahasiswa jurusan fisika dan satu-satunya anggota humas yang laki-laki, sehingga menjadikan dia lebih sering diminta tolong oleh kang sendi untuk membantunya, terlebih jika tugas calon istrinya tidak terselasaikan, pada saaat ini dia sibuk menjadi seorang pengusaha. Semoga ditahun ini dapat menikmati pelaminan bersama itu-tuh yaa

Ervina


Perempuan asal Sidoarjo ini merupakan mahasiswa FKIP yang telah lulus ditahun 2017 bersama teman-teman pasukan dari pendidikan fisika, dia membantu sendy di humas sebagai anggota yang memilki tugas mengelola media sosial swaanaka regional saat itu, nah uniknya ervina ini merupakan pasangan dari hendrik yang juga anggota Humas, dimana ada rapat humas, mereka harus lengkap kalau tidak lengkap biasanya pada tidak hadir. Vina, semoga tahun ini bisa bersma dipelaminan bersama hendrik yaaa

Sekian catatan saya tentang orang-orang hebat yang telah mendidikasikan paruh waktunya, disamping kewajiban untuk menimba ilmu dan segera lulus, tetapi mereka memilih mendidikasikan paruh waktunya untuk kamanusiaan, masa depan pendidikan anak indonesia.
terima kasih atas dedikasi kalian para pejuang kemerdekaan hak anak Indonesia!

Minggu, 28 April 2019

Bagus Sajiwo : Catatan Sang Juara, Dedikasikan Diri Untuk Menulis

1:55:00 PM 0
Foto penganugerahan Dari Kementerian Pendidikan

           
Bagus Sajiwo itu nama penanya, tempaan demi tempaan yang ia rasakan semenjak nyantri di Pondok pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, menghantarkan dia menjadi sang juara dalam berbagai tulisan karya jurnalistik. Saat ini dia bekerja di Jawa Pos Radar Jember,  penghargaan demi penghargaan dia raih dengan beberapa honorarium yang telah mengantarkan ia pada kehidupan lebih mapan, dengan Menulis ia dapat mewakili Indonesia dalam salah satu forum Internasional di Polandia. Karya jurnalistiknya sangat apik dan sangat menarik disetiap karya yang ia sajikan, ada beberapa karya yang sempat di bukukan bersama penulis atau jurnalis lainnya.

            Sebenarnya saya baru mengenal dia pada bulan November 2015, waktu itu saya masih awal menjadi ketua umum Swayanaka regional Jember yang secara kebetulan meliputan kagiatan kami bersama Migrant Care pada acara Jambore buruh Migran di Universitas Jember. saya juga tahu dia merupakan jurnalis produktif saat itu ketika mleihat beberapa artikel dan diberitahu salah satu Teman. Ia merupakan jurnalis yang terlahir dari rahim Lembaga Pers Mahasiswa ( Persma) Al Fikr, di Institut Agama Islam Nurul Jadid yang saat ini telah menjadi Unversitas Nurul Jadid ( UNUJA) Paiton Probolinggo. Tepat pada tahun 2017 saya dihubungi kembali oleh dia, entah waktu itu dikira oleh saya berkenaan dengan berita yang mungkin butuh kontak narasumbernya, tetapi beda. Saat itu saya dihubungi dalam rangka syukuran atas Rumah Baru yang ia beli di perumahan sekitar Tegal gede, Semeejak itu ia juga mempersilahkan saya untuk tinggal di rumah barunya. Dengan benyaknya kegiatan full dikantor sehingga tak jarang ia hanya pulang tidur dalam artian, (liputan, Menulis dan ngopi) jadi memang hidupnya di dedikasikan untuk menulis. Selain itu ia juga sempat menjadi Humas bidang media disalahsatu ormas pemberdayaan masyarakat.  kadang banyak obrolan atau diskusi menarik saat saya ulik darinya dari hal yang bersumber dari buku maupun berita yang ia liput. Di sela kesibukannya sebagai Jurnalis profesional Pria bernama asli Bagus Supriyadi ini, juga masih menyempatkan menempuh pendidikan strata dua di IAIN Jember. dengan minat Tulis yang tinggi, tentunya harus dibarengi dengan minat Baca juga, maka tak heran jika hidupnya tidak bisa dipisahkan dengan buku.

Beberapa Foto Piagam Penghargaan Karya
Hidupnya pun tidak luput dari yang namanya Buku, buku merupakan teman terbaiknya dalam segala hal. yang menarik dari Pria kelahiran Bondowoso 28 April 30 Tahun lalu ini, ketika sebagian dari gajinya harus menjadi buku, jadi setiap lepas gajian, buku itu pasti dia beli. Dalam satu hari dia bisa menghabiskan membaca satu buku disela-sela kesibukannya dalam melakukan ativitas sebagai jurnalis. Beberapa penghargaaan telah ia raih merupakan buah dari kegigihannya dalam membaca dan menuliskan yang ia baca. Dengan passion yang ia miliki dalam dunia kepenulisan menghantarkan ia menjadi sang juara. Prestasi terakhir yang menghantarkan dia ke Eropa Mewakili Indonesia dalam forum Perubahan Iklim yang dilakukan oleh PBB, prestasi ICCTF Media Award 2018 ia menjadi pemenang 1, ICCTF Media Award merupakan sabuah ajang pengharagaan karya jurnalistik tentang program-program penanggulangan perubahana iklim, yang dberikan kepada jurnalis media cetak maupun olnline yang ikut berperan menyebarluaskan tentang perubahan iklim di Indonesia. 

Diusianya yang sudah menginjak tiga puluh tahun, mas Jiwo sapaan akrabnya di laman website ini, telah menorehkan banyak prestasi, dan berjuta pengalaman di dunia kepenulisan. dihari kelahirannya ini saya hanya mendo'akan semoga segera mendapatkan pendamping hidup yang sholehah yang bisa mendukung karir dan masa depannya. ucapan terima kasih juga saya sampaikan, yang telah memberikan tempat sekaligus perpustakaan yang nyaman dirumah pribadinya selam dua tahun ini.  

Rabu, 05 Desember 2018

Gagal sarjana , Sarjana Gagal, atau Pengangguran Bergelar

9:19:00 PM 2

Disalahsatu sudut kampus terdapat perkumpulan anak muda yang sedang menunggu Dosen Pembimbing, mereka duduknya cukup jauh dari ruang tunggu dosen depan Kantor Jurusan, bukan tanpa alasan meraka duduknya cukup jauh, mereka merasa aman jika duduk dikejauhan karena kursi ruang tunggu di depan Kajur Sudah dipenuhi adek-adek mereka dan setidaknya mereka tidak ketahuanlah kalau mereka semester tua, Alias mahasiswa abadi. Dikursi itu mereka mendiskusikan semester yang sudah berada ujung tanduk dan tuntutan untuk segera menyelesaikan tanggung jawab yang membuat mereka galau. Terkadang diantara mereka juga tertawa lepas, ketika berkumpul karena menertawakan diri mereka masing-masing dan bahkan diantara mereka menertawakan masa lalu yang cukup pesimis untuk lulus, tetapi malah lulus duluan. kalau aku gambarkan perbincangan mereka kurang lebih seperti ini. Simak baik-baik mungkin diantara kalian pernah merasakan hal yang sama.

Arip : Hallo kek, ngapain kalian disini? (Tanya Arip)
Mereka : yo ngenteni Dosenlah (nunggu Dosenlah). Kon lapo rene, mak cek Tumbennya ( timpal Su’udi dengan logat jemberannya)
Arip : aku yo Golek dosen pisan, jaluk tanda tangan Bendel skripsi iki.
Adit : mak megaya kon, wes mari kabeh tah, arep nang ndi kon ( kok gaya kamu, memang sudah selesai semua, mau keman kamu).
Su’udi ; Iyo arep nang ndi arek iki, jhare dulur kok ra bareng luluse (iya mau kemana nak ini, katanya saudara tapi lulusnya kok duluan) timpal  Su’udi.
Arip ; Mboh pisan rek, koyok’e marine aku iki lulus yo golek kerjo ngunu rek, ngebbe’I antrian penggangguran bergelar. (gak tahu juga ya bro, paling ya cari kerja gitu, memperpanjang antrian pengangguran bertitel sarjana). Hehehe
Adit dan Su’udi ; hahahahhahahahahahahhaa (mereka tertawa lepas dengan jawabn Arip, padahal mereka berdua juga belum lulus, jangankan lulus BAB 4 saja sudah hampir satu semester mereka lewati).
Arip ; Ojok nguyu, engko lek di takoni kalian jawabe ngunu pisan.( jangan ketawa nanti kalau ditanya jawabnya kalian juga begitu.

Stsssssssssssssssstttttttttttt ( Tiba-tiba Mata mereka tertuju pada Mahasiswi adek angkatan, lalu adik tingkat itu tanya)

Mirna ; Assalamu'alaikum mas-mas, ngapain mas- mas ini masih disini, bukan seharusnya sudah lulus ya?
Arip :  Mampus Kalian (Bisik dalam Hati Arip).
Adit :  Kalau Masalah Lulus urusan belakang dek, yang penting itu pekerjaan. Biar tidak bingung setelah lulus, kamu sudah mau lulus juga ternyata.
Mirna ; Iya dong, emang mas-mas ini. pada males ngerjakan skripsi.
Adit ; Jangan salah dek, mas sekarang pengusaha. Ijazah itu nomer sekian tetapi ilmunya yang mas perlukan. Tetapi untuk melengkapi administrasikan harus punya ijazah baru dikatakan sarjana. Sebenarnya kalau diluar negeri aku ini sudah sarjanaloh. Mau nikahin kamu sekarang, mas itu mampuloh dek. Hahahaha
Mirna ; Gak ah, meskipun pengusaha tapi bukan sarjana. Kan ortuku pengen menantu minimal sarjana  strata 2. (sambil melenggokan kepalanya, beri isyarat sombong).
Adit : Meskipun sarjana Strata 2 tapi  tak tahu sama lingkungan dan tetangganya apa gunanya dek, kan iya Di (meyakinkan dengan melibatkan Su’udi dalam perbincangan mereka).
Su’udi ; Iya betul itu dek. Kalau aku sih dek sudah lulus secara keilmuan, Cuma secara administrasi aku belum lulus. (Dengan nada membenarkan dan membela harga diri mahasiswa tua)
Mirna : Kok begitu mas.?
Su’udi ; Iya dek, aku sudah bisa memberdayakan masyarakat sekitarku dengan cara pembuatan kripik yang aku kemas dan menjadi merk serta oleh-oleh khas dari Desaku. Aku sudah membuat Tempat belajar buat anak-anak kurang mampu dilingkunganku. Dan membantu memajukan desa sebelah dengan pembinaan pariwisatanya. Lah kalau aku kuliahnya diluar negeri mungkin aku diluluskan administrasi juga dek. Seperti yang baru-baru ini terjadi pada Bayu Skak, yang lulus karena karya  membuat film bukan hasil depan kursi dan debat teori tetek bengik itu. Aku punya prinsip dek, mending aku tidak menjadi sarjana daripada aku menajdi sarjana yang gagal. Gagal mencerdaskan sesamaku di Desa, gagal menjadikan lingkunganku sejahtera dan gagal dalam menjadi role model di Desaku dek. Tapi, aku saranin ya, kamu jangan niru kita, cepetan lulus kamu, UKTmu mahalkan? Hahaha (dengan Sombongnnya dia membeberkan prestasi non-akademiknya, padahal sudah semeter tua)
Arip ; iyo dek, pokok’e ojok niru mereka berdua dek.  Mereka mahasiwa tua yang Gendeng dek. Hehehe
Mirna ; owalah begitu ya mas, iyo mas UKTku larang yoo. Yo wes ndang lulus mas. Selak diputus mbek pacare lan selak ditinggal Rabi mbek calone. Lah iyo mas, kabare mas Tiyo itu gimana mas, soale ditanya Pak Nuha terus yo mas, kan satu bimbingan karo aku mas.?
Arip ; sopo dek, Tiyo koncoku iku {iyo koncone samean “sahut mirna}. Tiyo itu sudah bilang berhenti dek, kan anaknya sudah besar, lagian sekarang dia sudah memiliki usaha ternak lele, rental PS dan Jual ikan segar di pasar kota Sigrea. Ya dia juga bilang kalau dia gagal sarjana tapi sakti mandraguna dalam mencari uang kata dia.
Mirna ; lah lek mbak Yuni iku mas?
Adit ; Aku yang jawab ya dek, kalau Yuni itukan sudah lulus pas semester delapan.
Mirna ; Mosok mas? Dia dikelas pasif gitu, Cuma nunut ae, ya iyo ngunu perasaane aku delok wonge.
Adit ; Iyo iku dek, yo mungkin wes rejekine dan kerja kerasnya beda, tapi dia jaringannya kan terbatas. Organisasi ya tidak ikut, kampus kosan kampus warung paling itu rutinitasnya Cuma dek, wajarlah dia lulus duluan dan nilai memuaskan.  Tapi entah ijazahnya jadi apa, kabar kemarin dia masih nganggur sudah tiga tahun. Sampai nangis kata sahabatnya minta dicarikan pekerjaan, karena malu katanya.
Mirna ;  lek sing sahabate samena iku mas Arip, mas Angga iku, ndi saiki mas?
Arip : Angga iku, wes meh mari dek, tapi kemarin itu dia diputus sama pacarnya gara-gara dia gak lulus-lulus dan pacarnya dapet kenalan lagi temen Kerjanya. Dia kemarin cerita kalau dia diputus saat H-3 wisuda mantanya itu. dia udah beli hadiah dan udah nemenin mantannya penelitian sampai dia melupakan punya dia sendiri bahkan dia rela bantuin masuk kelas ngajar objek penelitian dan nganterin untuk keperluan penelitian mantannya itu. dan dia juga cerita katanya orangtuanya gak suka sama keturunan Madura, Anngga kan ada keturunan Maduranya dek. Ya Tiga tahun lebih dia dimanfaatin sama mantannya itu. kasian sama dia aku dek. Ealah malah curhatin Angga!
Mirna : yah kasian ya mas, padahal mas angga itu gak macem-macem ya orangnya. Ya udah mas, dosen pembibingku wes teko iku mas. Makasih ya mas-mas keren… Semangat yaa.. mas-mas
Arip, Adit dan Su,udi : Oke dek, sama-sama.
Su’udi : ayo muleh wes, koyo’e Dosene gak kiro teko iki.
         Tadi itu gambaran obrolan mereka para penghuni kampus terakhir, disemeseter yang sudah berada diujung tanduk mereka selalu mencari pembenaran. Tetapi dalam diri mereka selalu memiliki prinsip yang harus mereka perjuangkan. Seperti contoh Tiyo teman mereka yang sadar kalau Gagal sarjana tetapi sakti mandraguna mencari uang. Ada juga yang takut menjadi sarjana gagal,  dengan prinsipnya memiliki karya sebelum menjadi seorang sarjana dan memilih menjadi relawan di banyak tempat. Ada juga Yuni yang lulus lebih awal, tetapi sampai 3 tahun belum memiliki pekerjaan sehingga menjadi penggangguran bergelar. ijazah itu membuktikan bahwa dia pernah kuliah, tetapi belum tentu dia pernah berfikir. Ada juga Angga yang ditinggal karena tidak lulus-lulus karena membela kelulusan pacarnya, perbedaan suku dan kasta keluarga. Dan ada juga yang berprinsip menjadi pengusaha sukses dulu baru lulus agar tidak bingung mencari pekerjaan tetapi menciptkan pekerjaan.

Ijazah itu bukti bahwa dia pernah kuliah, tetapi belum tentu dia pernah berfikir

       Mungkin itu sebuah gambaran mahasiswa semester akhir yang terjadi di jaman sekarang, atau peranah terjadi dizaman lampau tetapi beda cerita. Mereka memiliki prinsip sendir-sendiri dalam berjuang menjadi sarjana. Tetapi jangan sampai gagal sarjana, serjana gagal bahkan menjadi pengangguran bergelar. Tidak usah gengsi dengan gelarmu untuk melakukan semua pekerjaan, dan jangan jadi sarjana gagal karena akan membebeni belanja Negara.  Aku Do’akan semua mahasiswa yang berada diujung tanduk agar segera selesai semuanya dan segera rampung segala beban skripsinya. Menunda skripsi sama dengan menunda resepsi hahaha. Mohon do’anya juga ya rek.. Btw aku juga belum lulus nih.