Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 September 2026

Belajar Bercerita Bersama Kak Bimo: Ketika Waktu Menemukan Jodohnya

11:10:00 PM 0

 

“Waktu itu ada jodohnya.”

Mungkin ungkapan itulah yang paling tepat untuk menggambarkan perjumpaan saya dengan seorang maestro dongeng yang selama ini hanya saya kenal melalui cerita, video, dan karya-karyanya. Tepat pada 19 September 2026, akhirnya saya berjumpa langsung dengan Kak Bimo, seorang trainer, motivator, dan dikenal luas sebagai master dongeng nasional.  Bagi sebagian orang, perjumpaan itu mungkin hanya sebuah pertemuan biasa dalam sebuah pelatihan. Tetapi bagi saya, ada cerita panjang di baliknya.

Saya memang sengaja datang. Saya mengikuti pelatihan bercerita bersama Kak Bimo yang diinisiasi oleh Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Cabang Bondowoso bersama IGTKI Bondowoso. Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas guru TK, SD, RA, MI, PAUD, dan para pendidik lainnya. Di antara ratusan peserta itu, mungkin saya termasuk salah satu yang agak “berbeda”.

Saya bukan guru resmi.Setidaknya bukan guru yang setiap pagi memakai seragam, masuk kelas dengan daftar hadir, kemudian pulang setelah bel berbunyi. Saya mengajar secara lepas. Di mana ada ruang, di situ saya bisa belajar dan mengajar. Saya memiliki sebuah ruang belajar sederhana bernama Sakola Pekarangan. Sebuah ruang belajar nonformal yang saya bayangkan sebagai tempat siapa saja boleh menjadi guru dan siapa saja boleh menjadi murid. Karena bagi saya, belajar tidak selalu harus menunggu ruang kelas. dan guru tidak selalu harus berdiri di depan papan tulis.

Beruntung Bisa Duduk di Tengah Para Guru

Terus terang, saya merasa sangat terhormat berada di tengah ratusan guru yang hadir dalam pelatihan tersebut.Saya melihat para pendidik yang setiap hari berhadapan dengan anak-anak.Mereka adalah orang-orang yang tidak hanya mengajarkan membaca dan berhitung, tetapi juga ikut membentuk karakter, imajinasi, keberanian, dan cara anak memandang dunia. Saya datang sebagai pembelajar.Dan mungkin justru karena itulah saya bisa duduk dengan tenang, mendengarkan, mencatat, dan menikmati setiap materi.

Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Sebab sebenarnya saya sudah cukup lama menantikan perjumpaan dengan Kak Bimo. Bahkan pernah terlintas dalam pikiran saya untuk datang ke Yogyakarta hanya untuk bisa bertemu dan belajar langsung kepada beliau. Tetapi ternyata waktu memang punya jodohnya. Saya tidak perlu pergi jauh ke Yogyakarta. Kak Bimo justru datang ke Bondowoso. Dan saya dipertemukan dengannya dalam sebuah ruang pelatihan.

Ilmunya “Daging” Semua

Ada satu kesan yang paling kuat saya rasakan setelah mengikuti pelatihan kemarin:Ilmunya daging semua. Bukan sekadar teori. Bukan sekadar motivasi. Bukan pula pelatihan yang membuat peserta duduk, mendengarkan, kemudian pulang membawa sertifikat. Sejak materi dimulai sampai praktik berlangsung, peserta seperti tidak ingin beranjak dari tempat duduk. Ada yang tertawa, Ada yang mencoba, Ada yang salah, Ada yang malu, Ada yang kemudian berani tampil.Dan di situlah saya merasakan bahwa bercerita ternyata bukan sekadar membuka mulut dan mengucapkan kalimat.

Bercerita adalah seni.

Ada teknik.

Ada penghayatan.

Ada ekspresi.

Ada suara.

Ada gerak tubuh.

Ada ritme.

Dan yang paling penting, ada kemampuan untuk membawa orang lain masuk ke dalam cerita.

Cerita, Dongeng, dan Kisah Ternyata Berbeda

Salah satu materi yang menarik perhatian saya adalah ketika Kak Bimo mengajak peserta memahami perbedaan antara cerita, dongeng, dan kisah. Selama ini mungkin kita sering menggunakan ketiga istilah tersebut secara bergaantian, cerita merupakan rangkain peristiwa yang disampaikan secara utuh, sementara dongeng adalah karangan fiktif yang tidak benar-benar terjadi didunia nyata sementara kisah adalah cerita atau kejadian yang benar-benar terjadi baik pengalaman hidup atau sebuah peristiwa,

Saya kemudian berpikir: Ternyata selama ini saya banyak bercerita, tetapi belum tentu memahami hakikat bercerita. Ini seperti seseorang yang setiap hari memasak, tetapi belum tentu memahami ilmu memasak.Bisa memasak, tetapi belum tentu tahu mengapa sebuah bumbu harus dimasukkan lebih dahulu dan bumbu lainnya belakangan.Begitu pula dengan bercerita.Kita bisa bercerita.Tetapi untuk membuat orang lain tertarik, terlibat, tertawa, terharu, bahkan mengingat cerita, ternyata ada ilmunya.

Membongkar Dunia Dongeng

Materi berikutnya yang membuat saya semakin tertarik adalah ketika dongeng diurai menjadi beberapa jenis.

Kami belajar tentang:

1. Mitos

Cerita yang berkaitan dengan kepercayaan terhadap sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan atau berkaitan dengan asal-usul tertentu.

2. Legenda

Cerita yang berkembang di masyarakat dan biasanya dikaitkan dengan asal-usul suatu tempat, tokoh, atau peristiwa.

3. Hikayat

Cerita tradisional yang banyak berkembang dalam khazanah sastra lama dan sering berkaitan dengan kehidupan raja, kepahlawanan, atau tokoh luar biasa.

4. Fabel

Cerita yang menggunakan tokoh binatang yang berperilaku seperti manusia dan biasanya membawa pesan moral.

5. Sage

Cerita yang berkaitan dengan kepahlawanan atau tokoh sejarah yang berkembang dalam tradisi masyarakat dan kemudian diwariskan sebagai cerita.

6. Epos

Cerita panjang yang mengangkat kepahlawanan, perjuangan, atau perjalanan besar seorang tokoh.

7. Parabel

Cerita yang menggunakan perumpamaan untuk menyampaikan pesan atau nilai tertentu.

Ternyata dunia dongeng begitu luas, selama ini saya mengira dongeng hanyalah cerita untuk anak-anak sebelum tidur, ternyata tidak sesederhana itu. Dongeng adalah bagian dari kebudayaan manusia.

Ia membawa ingatan.

Ia membawa nilai.

Ia membawa pesan.

Bahkan bisa menjadi cara sebuah masyarakat mewariskan pandangan hidup dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Ketika Tubuh Ikut Bercerita

Hal lain yang membuat saya semakin menikmati pelatihan tersebut adalah materi praktik.Kak Bimo tidak hanya menjelaskan bagaimana menyusun atau membawakan cerita. Kami juga diajak mempraktikkan gestur atau olah gerak dan olah suara. Di sinilah saya baru benar-benar merasakan bahwa seorang pendongeng ternyata bekerja dengan seluruh tubuhnya.Tangan bisa berbicara.Mata bisa berbicara.Wajah bisa berbicara.Cara berdiri bisa berbicara. Bahkan diam pun bisa menjadi bagian dari cerita.Kemudian suara.Suara bukan hanya soal keras atau pelan.

Ada tekanan.

Ada tempo.

Ada jeda.

Ada karakter.

Ada perubahan suasana.

Suara seorang raksasa tentu tidak harus sama dengan suara seekor anak kecil.

Suara tokoh yang sedang marah tentu berbeda dengan tokoh yang sedang ketakutan.

Dan seorang pendongeng harus mampu membawa semua karakter itu hidup di hadapan penonton.

Saya jadi teringat:

Ternyata ketika bercerita, kita bukan hanya menyampaikan kata-kata. Kita menghidupkan kata-kata.

Saya Bukan Guru, Tetapi Saya Ingin Terus Belajar

Ada satu hal yang saya rasakan kuat dalam pelatihan itu.Saya mungkin bukan guru resmi.

Tetapi saya selalu ingin belajar menjadi manusia yang bisa memberikan sesuatu kepada orang lain.

Sakola Pekarangan yang saya jalankan juga lahir dari semangat itu.

Saya percaya bahwa pendidikan tidak harus selalu berada di gedung sekolah.

Belajar bisa berlangsung di halaman.

Di kebun.

Di teras rumah.

Di bawah pohon.

Di warung.

Di ruang komunitas.

Bahkan di tempat-tempat yang tidak pernah kita sebut sebagai sekolah.

Dan bercerita adalah salah satu cara paling sederhana untuk membuka pintu belajar.

Sebuah cerita bisa membuat anak bertanya.

Pertanyaan membuat anak berpikir.

Berpikir membuat anak ingin tahu.

Dan rasa ingin tahu adalah salah satu pintu menuju pengetahuan.

Pertemuan yang Sudah Lama Ditunggu

Ketika pelatihan selesai, saya semakin menyadari bahwa pertemuan dengan Kak Bimo bukan sekadar pertemuan antara seorang peserta dan trainer.

Bagi saya, ini adalah pertemuan dengan sebuah penantian.

Ada banyak hal yang ingin saya pelajari.

Ada banyak hal yang selama ini hanya saya bayangkan.

Dan akhirnya kesempatan itu datang.

Bukan di Yogyakarta.

Bukan di tempat yang jauh.

Tetapi di Bondowoso.

Di sebuah ruang yang dipenuhi para guru.

Di sana saya duduk sebagai pembelajar.

Mendengarkan.

Mencatat.

Tertawa.

Berlatih.

Dan sesekali merasa malu ketika harus mempraktikkan gerakan atau suara.

Tetapi justru di situlah belajar terasa hidup.

Terima Kasih Kak Bimo

Saya berterima kasih kepada Kak Bimo atas ilmu yang dibagikan.

Bukan hanya karena saya akhirnya bisa bertemu dengan sosok yang selama ini ingin saya temui.

Tetapi karena pertemuan tersebut kembali mengingatkan saya bahwa menjadi pembelajar tidak mengenal usia dan status.

Saya datang bukan sebagai guru.

Saya datang sebagai murid.

Dan ternyata menjadi murid adalah sesuatu yang menyenangkan.

Saya juga berterima kasih kepada YDSF Cabang Bondowoso dan IGTKI Bondowoso yang telah menghadirkan ruang belajar tersebut.

Saya merasa beruntung bisa berada di tengah para guru hebat.

Saya belajar dari Kak Bimo.

Tetapi saya juga belajar dari para peserta.

Tentang kesungguhan.

Tentang keberanian.

Tentang bagaimana seorang guru terus belajar meskipun setiap hari dirinya sendiri menjadi tempat orang lain belajar.

Waktu Memang Ada Jodohnya

Mungkin benar.

Waktu memang ada jodohnya.

Ada orang yang kita tunggu bertahun-tahun, tetapi baru bisa bertemu ketika waktunya tiba.

Ada ilmu yang ingin kita pelajari, tetapi baru datang ketika kita benar-benar siap menerimanya.

Ada pertemuan yang kita rencanakan, tetapi Tuhan mempertemukannya melalui jalan yang tidak pernah kita duga.

Saya pernah ingin pergi ke Yogyakarta untuk bertemu Kak Bimo.

Ternyata tidak perlu.

Kak Bimo datang ke Bondowoso.

Dan saya datang sebagai peserta pelatihan.

Sederhana.

Tetapi berkesan.

Mungkin beginilah cara waktu menemukan jodohnya.

Bukan selalu seperti yang kita rencanakan.

Tetapi seperti yang akhirnya terjadi.

Pulang Membawa Cerita

Saya pulang dari pelatihan itu bukan hanya membawa sertifikat.

Saya membawa sesuatu yang jauh lebih penting:

semangat untuk terus bercerita.

Saya ingin membawa ilmu itu ke ruang-ruang kecil tempat saya mengajar.

Ke Sakola Pekarangan.

Ke anak-anak.

Ke masyarakat.

Ke siapa pun yang mau belajar.

Sebab mungkin suatu hari nanti, dari sebuah cerita sederhana yang kita sampaikan kepada seorang anak, lahir sebuah keberanian.

Dari sebuah dongeng, lahir imajinasi.

Dari sebuah kisah, lahir karakter.

Dan dari seorang pendongeng, lahir generasi yang mencintai cerita dan pengetahuan.

Kak Bimo mungkin telah bertemu dengan ratusan peserta pada hari itu.

Tetapi bagi saya, pertemuan itu akan saya simpan sebagai salah satu cerita penting dalam perjalanan belajar.

Sebuah cerita tentang guru dan murid.

Tentang dongeng dan kehidupan.

Tentang penantian dan pertemuan.

Dan tentu saja...

tentang waktu yang akhirnya menemukan jodohnya.

19 September 2026.

Hari ketika saya akhirnya bisa berkata:

“Saya pernah belajar bercerita langsung bersama Kak Bimo.”

Dan sekarang...

saatnya saya membawa cerita itu pulang.

Ijen Geopark : Pesona Kaldera Ijen Purba di Bondowoso

6:21:00 AM 0

Bondowoso memiliki bentang alam yang luar biasa. Di wilayah timur kabupaten ini, kawasan pegunungan Ijen menghadirkan perpaduan antara lanskap vulkanik, hutan, perkebunan kopi, air terjun, sumber air panas,s avana, serta kehidupan masyarakat yang telah berabad-abad beradaptasi dengan lingkungan pegunungan.

Kawasan inilah yang kemudian menjadi bagian penting dari Ijen UNESCO Global Geopark, sebuah kawasan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan cerita tentang proses geologi, keanekaragaman hayati, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat.

Ijen UNESCO Global Geopark berada di wilayah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. UNESCO menetapkan Ijen sebagai UNESCO Global Geopark pada tahun 2023. Kawasan ini memiliki nilai geologi yang sangat penting, terutama karena bentang alamnya terbentuk dari aktivitas vulkanik yang berlangsung dalam rentang waktu yang panjang.

Di kawasan ini terdapat konsentrasi kerucut vulkanik, kawah, dan aliran lava yang memperlihatkan bagaimana aktivitas gunung api membentuk wajah wilayah Ijen. Salah satu pusat perhatian utamanya tentu saja adalah Kawah Ijen. Bagi masyarakat Bondowoso, Ijen bukan sekadar gunung atau kawasan wisata. Ijen adalah ruang hidup yang mempertemukan alam, perkebunan, budaya, sejarah, dan aktivitas masyarakat.

Kawah Ijen, Pesona Kaldera yang Mendunia

Kawah Ijen merupakan salah satu ikon wisata alam Jawa Timur. Kawah ini berada di dalam sistem kaldera Ijen dan memiliki danau kawah berwarna biru kehijauan yang memiliki tingkat keasaman sangat tinggi. UNESCO menyebut Danau Kawah Ijen sebagai danau kawah paling asam di dunia.

Keindahan Kawah Ijen semakin lengkap dengan dinding-dinding kaldera yang menjulang dan membentuk lanskap dramatis. Ketika cahaya matahari pagi mulai menyentuh lereng dan permukaan kawah, warna-warna alam berubah perlahan. Kabut yang menggantung di antara pepohonan dan tebing menciptakan suasana yang sulit dilupakan. Namun, ada satu fenomena yang membuat Ijen begitu terkenal di dunia: blue fire atau api biru.

Fenomena tersebut bukanlah lava berwarna biru. Api biru muncul ketika gas sulfur bersuhu tinggi keluar dari kawasan vulkanik dan terbakar ketika bertemu dengan oksigen di atmosfer. Karena fenomena tersebut paling mudah terlihat pada malam hari, pengunjung yang ingin menyaksikannya biasanya harus melakukan perjalanan sebelum matahari terbit.

Fenomena api biru Ijen merupakan salah satu fenomena vulkanik yang sangat langka dan menjadi daya tarik utama kawasan ini. Tetapi Ijen bukan hanya tentang api biru. Ada perjalanan menuju puncak, udara dingin, suara langkah kaki, aktivitas penambang belerang, hutan pegunungan, matahari terbit, serta panorama kaldera yang perlahan terbuka ketika kabut mulai menipis. Semua pengalaman tersebut menjadi bagian dari cerita perjalanan menuju Kawah Ijen.

Paltuding, Gerbang Pendakian Kawah Ijen

Salah satu titik penting dalam perjalanan menuju Kawah Ijen adalah Paltuding. Paltuding menjadi kawasan awal pendakian yang sangat dikenal oleh wisatawan yang hendak menuju Kawah Ijen. Dari sinilah perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju kawasan kawah.

Dalam beberapa tahun terakhir, fasilitas pendukung wisata di kawasan Ijen juga terus dikembangkan. Pemerintah Kabupaten Bondowoso, misalnya, telah mengembangkan fasilitas pelayanan kesehatan wisatawan di kawasan Paltuding melalui Pos Kesehatan Pariwisata Ijen Geopark.

Bagi wisatawan, Paltuding bukan hanya tempat memulai pendakian. Tempat ini juga menjadi titik untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan menuju kawah. Dan menariknya, Ijen dapat dinikmati dari berbagai sisi. Bagi wisatawan yang datang dari Bondowoso, perjalanan menuju Ijen membawa kita melewati kawasan pegunungan dan perkebunan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.

Menikmati Ijen dari Jalur Bondowoso

Perjalanan menuju kawasan Ijen dari Bondowoso menawarkan pengalaman yang berbeda. Sebelum mencapai kawasan Paltuding, perjalanan melewati jalan pegunungan, perkebunan kopi, hutan, dan permukiman masyarakat. Semakin mendekati kawasan Ijen, udara semakin sejuk dan lanskap pegunungan semakin dominan. Inilah salah satu alasan mengapa perjalanan menuju Ijen dari Bondowoso layak dianggap sebagai bagian dari pengalaman wisata, bukan sekadar perjalanan menuju sebuah destinasi.

Kawasan Bondowoso juga memiliki hubungan yang kuat dengan perkebunan kopi. UNESCO mencatat Kopi Bondowoso  sebagai salah satu bagian dari warisan kawasan Ijen UNESCO Global Geopark, dengan perkebunan kopi yang juga menjadi habitat berbagai flora dan fauna. Maka, perjalanan ke Ijen dapat menjadi sebuah perjalanan yang lengkap: 

dari kopi, perkebunan, pegunungan, hutan, hingga kawah vulkanik.

Kawah Wurung: Savana di Kaldera Ijen

Tidak jauh dari kawasan Kawah Ijen terdapat salah satu destinasi yang menjadi favorit wisatawan di Bondowoso, yaitu Kawah Wurung. Kawah Wurung merupakan bentang alam berupa cekungan yang dihiasi hamparan padang rumput. Pada musim tertentu, kawasan ini tampak hijau dan luas, sehingga sering diasosiasikan oleh wisatawan dengan sebutan “Bukit Teletubbies.”

Pemandangan Kawah Wurung sangat berbeda dengan Kawah Ijen. Jika Kawah Ijen menawarkan panorama kawah vulkanik dan danau berwarna biru kehijauan, Kawah Wurung menawarkan hamparan savana dan perbukitan. Di sekitar kawasan wisata, wisatawan juga dapat menikmati kopi Arabika yang menjadi salah satu komoditas khas pegunungan Ijen. Pemerintah Kabupaten Bondowoso sendiri memasukkan Kawah Wurung sebagai salah satu kawasan pariwisata penting dalam kawasan Ijen-Raung. Kawah Wurung juga menjadi bagian dari pengembangan Ijen Caldera Adventure, termasuk paket perjalanan menggunakan jeep yang menyusuri kawasan savana dan lanskap Ijen.

Puncak Megasari: Menatap Ijen dari Ketinggian

Bagi mereka yang ingin menikmati kawasan Ijen dari sudut pandang yang berbeda, Puncak Megasari menawarkan pengalaman menarik.Dari kawasan ini, pengunjung dapat menikmati panorama pegunungan dan bentang alam Ijen dari ketinggian.

Puncak Megasari juga telah menjadi salah satu destinasi yang mendapatkan perhatian dalam pengembangan pariwisata kawasan Ijen. Pemerintah Kabupaten Bondowoso memasukkannya dalam kawasan pariwisata Ijen-Raung. Dari sini, Ijen tidak lagi sekadar terlihat sebagai sebuah kawah. Kita dapat melihatnya sebagai sebuah bentang alam besar yang tersusun atas gunung, lembah, hutan, perkebunan, dan permukiman masyarakat.

Air Terjun Blawan dan Aliran Kalipait

Perjalanan menyusuri kawasan Ijen tidak berhenti di gunung. Di Kecamatan Ijen terdapat Air Terjun Blawan, salah satu destinasi alam yang memiliki karakter unik. Air Terjun Blawan berada di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen. Air terjun ini memiliki hubungan dengan aliran air dari kawasan Ijen dan dikenal memiliki kandungan mineral serta sulfur yang membuat karakter airnya berbeda dari air terjun pada umumnya.

Yang membuat Air Terjun Blawan menarik adalah alirannya yang kemudian menghilang ke dalam tanah. Karena karakter tersebut, masyarakat setempat juga mengenalnya sebagai air terjun yang “hilang ke bumi”.

Tidak jauh dari kawasan ini terdapat Pemandian Air Panas Blawan. Setelah perjalanan menyusuri pegunungan dan berbagai destinasi Ijen, berendam di air hangat dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan. Pemandian Air Hangat Blawan juga tercatat sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kecamatan Ijen. Sementara itu, Kalipait juga menjadi bagian dari kawasan wisata Ijen. Pemerintah Kabupaten Bondowoso memasukkan Kalipait bersama Kawah Ijen, Kawah Wurung, Air Terjun Blawan, Puncak Megasari, dan agrowisata kopi sebagai bagian dari kawasan pariwisata Ijen-Raung.

Air Terjun Gentongan dan Pesona Alam di Lereng Ijen

Selain Blawan, kawasan Ijen juga menyimpan sejumlah air terjun dan bentang alam lain yang menarik untuk dijelajahi. Salah satunya adalah Air Terjun Gentongan.Keberadaan air terjun, aliran sungai, hutan, dan lembah menunjukkan bahwa kawasan Ijen tidak hanya memiliki kekayaan geologi, tetapi juga kekayaan hidrologi dan ekosistem.

Daftar destinasi resmi Kabupaten Bondowoso mencatat sejumlah objek wisata alam di kawasan ini, termasuk Air Terjun Gentongan, Kalipait, Mini Niagara, Air Terjun Pelangi, serta sejumlah destinasi lainnya. Dengan demikian, wisata Ijen sebenarnya dapat dikembangkan menjadi perjalanan beberapa hari, bukan hanya kunjungan singkat untuk melihat kawah.

Kebun Kopi Arabika: Ijen dan Aroma yang Mendunia

Ada satu hal yang tidak boleh dilewatkan ketika berbicara mengenai kawasan Ijen di Bondowoso: 

kopi. Perkebunan kopi Arabika tumbuh di kawasan dataran tinggi Bondowoso. Udara sejuk, kondisi tanah vulkanik, serta lingkungan pegunungan menciptakan kondisi yang mendukung perkembangan perkebunan kopi. Kopi bukan hanya komoditas pertanian. Di kawasan Ijen, kopi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan identitas kawasan.

UNESCO secara khusus mencatat Bondowoso Coffee sebagai salah satu unsur warisan kawasan Ijen UNESCO Global Geopark. Perkebunan kopi di kawasan tersebut juga memiliki hubungan dengan keanekaragaman flora dan fauna. Karena itu, perjalanan ke Ijen akan terasa lebih lengkap apabila disertai dengan pengalaman menikmati kopi Arabika di tengah perkebunan.

Bayangkan:

pagi yang dingin, kabut yang perlahan terangkat, hamparan kebun kopi, dan secangkir kopi Arabika hangat.

Itulah wajah lain Ijen yang mungkin tidak selalu terlihat dari puncak kawah.

Ijen Bukan Hanya Tentang Geologi

Keistimewaan Ijen UNESCO Global Geopark tidak hanya terletak pada gunung dan kawahnya. Konsep geopark menghubungkan warisan geologi dengan warisan alam dan budaya, serta menggunakannya sebagai sarana pendidikan, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat. Karena itu, ketika kita berbicara mengenai Ijen Geopark, kita sebenarnya sedang berbicara tentang sebuah kawasan yang jauh lebih luas daripada Kawah Ijen.

Ada masyarakat.

Ada perkebunan.

Ada tradisi.

Ada cerita sejarah.

Ada flora dan fauna.

Ada situs geologi.

Ada situs budaya.

Dan semuanya saling berhubungan.

Situs Geologi, Biologi, dan Budaya

Kawasan Bondowoso yang termasuk dalam Ijen Geopark memiliki berbagai situs yang memperlihatkan hubungan antara alam dan kehidupan masyarakat. Dari sisi geologi, terdapat berbagai bentuk bentang alam vulkanik seperti kawah, lava, dinding kaldera, dan sumber air panas.

Dari sisi biologi, kawasan Ijen memiliki hutan pegunungan, perkebunan kopi, serta berbagai jenis flora dan fauna. UNESCO mencatat keberadaan beragam flora dan fauna di kawasan perkebunan kopi Bondowoso.

Sementara dari sisi budaya, Bondowoso memiliki berbagai tradisi dan kesenian masyarakat yang menjadi bagian dari identitas kawasan. Dengan demikian, perjalanan Ijen bukan hanya perjalanan melihat pemandangan.

Ia adalah perjalanan untuk membaca cerita bumi dan manusia.

Ijen sebagai Ruang Belajar

Salah satu gagasan penting dalam konsep geopark adalah menjadikan kawasan sebagai ruang pendidikan. UNESCO menjelaskan bahwa UNESCO Global Geopark bukan sekadar kawasan wisata. Geopark juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bumi, warisan geologi, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, perjalanan ke Ijen dapat menjadi pengalaman belajar yang menarik.

Anak-anak dapat belajar mengenai gunung api. Pelajar dapat memahami proses pembentukan kaldera.

Wisatawan dapat melihat bagaimana masyarakat hidup berdampingan dengan kawasan pegunungan.

Petani dapat memperkenalkan proses budidaya kopi. Dan masyarakat lokal dapat menjadi bagian penting dalam menjaga serta memperkenalkan warisan daerahnya.

Menikmati Ijen dari Bondowoso

Jika ingin menjelajahi kawasan Ijen dari sisi Bondowoso, banyak pilihan yang dapat disusun dalam sebuah perjalanan.

Misalnya:

Hari pertama

Bondowoso – Sumberwringin – perkebunan kopi – Kawah Wurung – Puncak Megasari.

Hari kedua

Paltuding – pendakian Kawah Ijen – menikmati panorama kaldera – turun menuju kawasan Blawan.

Hari ketiga

Pemandian Air Panas Blawan – Air Terjun Blawan – Kalipait – perjalanan kembali menuju Bondowoso.

Tentu saja susunan perjalanan perlu menyesuaikan kondisi cuaca, aturan pengelola, kondisi jalur, serta status operasional masing-masing destinasi.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso sendiri pada 2025 memperkenalkan perjalanan GeoTrip Ijen Caldera Adventure yang menghubungkan beberapa destinasi, antara lain Paltuding, Kalipait, Kawah Wurung, Jabal Kirmit, dan Air Panas Blawan. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Ijen dapat dinikmati sebagai satu rangkaian perjalanan, bukan sebagai destinasi yang berdiri sendiri.

Menjaga Pesona Ijen untuk Generasi Mendatang

Keindahan Ijen membawa tanggung jawab.

Semakin terkenal sebuah kawasan wisata, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga lingkungan dan mengatur aktivitas wisata secara berkelanjutan.

Kita datang ke Ijen untuk menikmati alam, tetapi pada saat yang sama kita juga harus menjaga alam tersebut.

Tidak membuang sampah.

Tidak merusak vegetasi.

Tidak mengambil bagian dari lingkungan sebagai cendera mata.

Mengikuti aturan kawasan konservasi.

Menghormati masyarakat lokal.

Dan yang tidak kalah penting, menghargai para pekerja serta masyarakat yang menggantungkan kehidupan mereka pada kawasan Ijen.

Inilah semangat penting dari sebuah geopark: menikmati, memahami, melestarikan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ijen, Cerita Panjang di Bumi Bondowoso

Pada akhirnya, Ijen bukan hanya tentang foto di tepi kawah.

Bukan hanya tentang blue fire.

Bukan hanya tentang sunrise.

Bukan pula hanya tentang hamparan savana Kawah Wurung.

Ijen adalah sebuah cerita panjang tentang bumi.

Cerita tentang gunung api yang membentuk bentang alam.

Cerita tentang air dan lava.

Cerita tentang hutan dan perkebunan.

Cerita tentang kopi Arabika yang tumbuh di lereng pegunungan.

Cerita tentang masyarakat yang hidup dan bekerja di kawasan ini.

Dan cerita tentang bagaimana sebuah wilayah menjaga warisan alamnya untuk generasi berikutnya.

Dari Kawah Ijen, Kawah Wurung, Puncak Megasari, Kalipait, Air Terjun Blawan, Pemandian Air Panas Blawan, hingga perkebunan kopi, semuanya merupakan kepingan dari satu cerita besar bernama Ijen Geopark.

Bondowoso memiliki pintu untuk memasuki cerita itu.

Sebuah perjalanan yang dimulai dari kota, kemudian melewati perkebunan, menanjak menuju pegunungan, hingga akhirnya berhadapan dengan bentang alam vulkanik yang luar biasa.

Dan di sana kita akan memahami bahwa keindahan Ijen bukan hanya apa yang terlihat oleh mata.

Ijen adalah jejak panjang bumi yang dapat kita baca, kita nikmati, dan kita jaga bersama.

Senin, 27 November 2023

BRI Pahlawan UMKM Indonesia, UMKM Tumbuh agar Masyarakat Berdaya

11:49:00 AM 0

ILUSTRASI: Pelaku Usaha Mikro dan UMKM yang Dapat KUR di Kampung Nelayan Puger Jember

Indonesia menjadi salahsatu negara yang terdampak covid yang sangat luar biasa melemahkan perekonomian. dua tahun silam wabah covid yang sangat mematikan perekonomian, terutama yang terdampak adalah pelaku usaha besar bahkan usaha kecil menegah atau ultra mikro dan menengah juga terdampak sangat dahsyat. sangatlah banyak pengusaha yang bangkrut usahannya hanya dalam waktu sesingkat itu. Masa pandemi berangsur pulih, muncullah usahawan-usahawan baru, start up baru untuk membangkitkan perekonomian Indonesia. Munculnya UMKM dan usahawan baru ini menjadikan gairah perekonomian mulai pulih, begitupun dengan dukungan pemerintah melalui dunia permodalan dan perbankan milik BUMN dengan dana permodalan mulai dikucurkan, bukti keseriusan pemerintah mendukung ultra mikro dan  UMKM untuk naik level. salah satunya perbankan yang melakukan pemberdayaan Ultra mikro dan UMKM yakni Bank Rakyat Indonesia, dengan adanya pemberdayaan modal dan dukungan untuk penguatan usaha UMKM. Hadirnya BRI menjadi Pahlawan UMKM, hingga UMKM berkembang dan naik kelas dari sebelumnya, upaya pemberdayaan UMKM berkembang dan maju merupakan bukti keseriusan BRI untuk Indonesia yang lebih baik di masa akan datang.

Usaha Tumbuh dan Naik level Bersama Bank Rakyat Indonesia

Sejak hadirnya BRI 128 Tahun lalu telah banyak transformasi yang dilakukan mengikuti arah zaman dan kebutuhan rakyat Indonesia. Di ulang tahun yang ke 128 ini, BRI telah mencatat 34 Juta UMKM telah dilayani. Untuk tumbuhnya ekonomi yang lebih positif BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai upaya mendorong roda Perekonomian Kelas Bawah untuk naik level, serta sebagai upaya penyediaan lapangan pekerjaan  bagi masyarakat. KUR diberikan kepada mereka yang membutuhkan modal usaha untuk melanjutkan usaha yang sebelumnya bakrut dan atau bagi mereka yang baru memulai usaha, utamanya usaha ultra mikro dan UMKM. Dengan dukungan 7.980 outlite jaringan kantor seluruh indoenesia, sangat memudahkan para nasabah dalam melakukan transaksi KUR dan Transaksi lainnya. Adanya KUR yang telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dengan usaha tumbuh dan  usaha kelas bawah naik level, menjadikan BRI Pahlawan UMKM yang tentunya banyak membantu perekonomian mereka.

FOTO: Salahsatu UMKM Perbaikan Jaring nelayan yang mendapatkan pinjaman KUR 

salahsatu yang merasakan manfaat adanya KUR yakni masyarakat nelayan di Getem, Puger, Jember. Jasa usaha dilakukan adalah perbaikan jaringan ikan dan jual beli rakitan jaring baru yang dilakukan oleh ibu Kiki. “Kebutuhan untuk perbaikan ini membutuhkan beberapa alat, bahan jaring agar lebih cepat dan lebih nyaman ke nelayan yang melakukan perbaikan dan pesanan jaring ikan ke saya. Dengan adanya modal KUR BRI ini, saya merasa terbantu dalam mendapatkan modal, dengan bunga rendah dan Persyaratan yang mudah bagi usaha seperti saya” Akunya. 

Digitalisasi BRI Bentuk Transaksi yang lebih Mudah dan Efisien

Di era teknologi yang semakin tanpa batas ruang dan waktu, tentu banyak yang harus dilakukan dunia perbankan seperti BRI, dengan di dorong transaksi dan pelayanan berbasis digital. Menurut portal Kontan, 229 Outlite kantor pelayanan telah di tutup, bukan karena kerugian ataupun mengurangi pelayanan, akan tetapi karena akibat adanya digitalisasi BRI dan berahlinya pola perilaku masyarakat menuju digital, akibatnya keberadaaan dan fungsi outline kantor pelayanan konvensional akan terus berkurang. PT Bank Rakyat Indonesia sebenarnya telah banyak melakukan inovasi digital dengan terus meningkatkan kantor layanan berbasis digital, untuk meningkatkan layanan nasabah lebih nyaman bertransaksi dimanapun dan kapanpun. Melalui e-hannel, self service dan penyediaan platform digital lainnya.

BRI terus mendorong setiap nasabah migrasi dari kantor cabang maupun unit ke platrom elektronic channel ATM, Digital Customer Service, BRImo serta agen Brilink. Dengan layanan lebih banyak digital, dimaksudkan kantor cabang lebih fokus pada pejualan dan layanan nasabah yang bersifat komplek. Digitalisasi BRI ini, juga telah di barengi dengan peluncuran platform digital untuk UMKM yakni Busines to Customer, yang menghubungkan pelaku UMKM dengan para pembeli dalam aplikasi jual beli komoditas. 

Gerobak UMKM Minuman Kekinian yang ditempeli stiker BRImo KC Bondowoso 

Selain itu UMKM telah banyak dilakukan digitalisasi dengan hadirnya BRImo di setiap outlite UMKM yang bisa digunakan pembayaran, penjualan dan layanan lainnya secara self service yang bisa dilakukan oleh UMKM, ada nilai lebih dengan pemabyaran Qris yang langsung bisa diakses melalui BRImo oleh pelaku UMKM dalam pembayaran, serta bisa traksaksi lainnya untuk mendapatkan penghasilan lainnya, dari penjualan selain komoditas yang UMKM jual.

Inovasi BRI untuk Indonesia, Juga dilakukan digitalisasi yang berupa BRIlink dinilai menjadik kemudahan bagi nasabah dan agen untuk bertransaksi yang dilakukan dimanpun dan kapanpun, seperti yang penulis perhatikan dan tanyakan ke salasatu agen BRIlink di kecamatan Maesan, Bondowoso, hilir mudik orang tarik tunai, transfer, pemabayaran kredit dan transaksi lainnya yang dilayani dengan santai sambil diskusi dengan penulis, banyak kemudahan yang dirasakan nasabah. “saya tidak perlu jauh-jauh dan antri di atm untuk tarik tunai ambil gaji dari tempat perusahaan saya kerja, cukup ke Mbak Wiwin ini sudah mas” Ucapnya nasabah kepada penulis. selain itu juga menjadi nilai tambah bagi agen yang juga berprofesi sebagai guru honorer ini, seperti yang utarakan kepada penulis “ Alhamdulillah dek, dengan menjadi agen BRILink, cukup membantu nasabah tidak perlu jauh untuk tarik tunai, transfer dan saya pun mendapatkan keuntungan dari transaksi yang dilakukan ini dek” Ucapnya Agen BRIlink ini. 
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), juga memiliki tekat UMKM bisa bertransaksi dengan pasar Dunia, atau bisa melakukan Ekport komoditasnya untuk meningkatkan usaha mikro dan UMKM agar naik kelas. Tercatat banyak inovasi yang sedang dilakukan dan disiapkan BRI untuk UMKM Indonesia ditahun ini dan Mendatang.

Kamis, 10 Maret 2022

Tampan Menawan dengan Serum Pencerah Wajah Sultan

7:09:00 AM 0

Serum Pencerah Wajah Sultan- Tampan itu menurutmu seperti apa?

itu yang selalu menjadi awal pertanyaan setiap kita berjumpa teman lama yang membahas seputar maskulinitas. menurutku Tampan bukan putih tetapi cerah dan bersih. kalau sepakat dengan saya komen dikolom komentar wkwkwk. Sebagai cowok yang terlahir dengan kulit sawo matang saya selalu merasa minder ketika kosa kata "Tampan" itu asumsikan sama dengan "Kulit Putih". ada yang sama? anda adalah korban dari iklan Produk pemutih kulit seperti saya.

Beruntung saja badan yang saya miliki meskipun kulit wajah sawo matang selalu saya rawat dengan mengkonsumsi makanan sehat, berolahrga teratur dan menggunakan serum pencerah wajah ala Sultan. Saya terbiasa dengan perawatan tubuh dengan berolahraga sepeda, lari dan berenang agar tubuh selalu tampak ideal, benar saja ketika saya konsultasi dengan ahli gizi tubuh saya masih ideal.

Suatu ketika saya berjumpa dengan salahsatu kawan lama bilang kepada saya " bro, kok tambah cerah mukamu? Dan tambah ideal badanmu" Langsung saya jawab " iyelah, saya kan dirawat pakai pencerah wajah ala Sultan sama istriku bro".

Sedikit informasi bagi pemirsa, Awal saya kenal pencerah wajah waktu duduk dikelas 11 SMA, ya produk dari Pond's. Dan baru-baru ini saya direkomendasikan mencoba pencerah wajah ala Sultan dari Pond's oleh istri saya, yakni satu paket Pond's Triple Glow Serum.



 Pond's Triple Glow Serum

Pond's Triple Glow Serum hadir dalam bentuk sachet yang simple dan bisa dibawa kemana-kemana, sangat recomended bagi saya yang suka berjelajah. Saya cukup nyaman dengan produk Pond's selain harga terjangkau juga telah terbukti produsen produk pencerah wajah ala Sultan, Guys

Pond’s Triple Glow Serum merupakan serum pencerah wajah ala sultan yang saya gunakan ini, mengandung banyak manfaat, apalagi untuk kulit saya sawo matang ini. Mari kita bongkar dibalik rahasia  Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum yang tak lain merupakan serum pencerah wajah ala sultan yang saya gunakan. Pond's Glow Serum pertama dari Pond's ini menggabungkan 3 kekuatan maksimal untuk mencerahkan, menghaluskan, dan melembabkan kulit untuk tampilan wajah glowing ala sultan.  Jadi, Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum memiliki racikan yang sudah sangat pas, seperti :

  •  Gluta-Boost-C

Gluta-Boost-C ini memiliki kandungan glutathione yang berfungsi sebagai antioksidan, dan mampu mencerahkan kulit. Bekerja 60 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C. Intinya sangat efektif mencerahkan wajah dan menyamarkan flek hitam agar wajah cerah merata gitu.

  •  Vitamin B3+

Kandungan berikutnya yaitu Vitamin B3+ yang bisa wajah tampak mulus. Karena samarkan pori wajah yang besar hingga mengecil. Dengan pori besar akan tampak lebih kecil dan kulit terlihat lembut. Meskipun dengan warna kulit seperti saya bro, akan dirasakan kekuatan Vitamin B3+ nya.

  • Hyaluronic Acid

Kandungan ini berfungsi sebagai pelembab. Ya, Hyaluronic Acid akan menyerap ke lapisan epidermis kulit, sehingga wajah tampak lebih lembab dan mampu berkilau. Ya, wajah lebih glowing ketika sudah dilihat.

Selain beberapa kandungan di atas, Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum juga mengandung kandungan lain yang bagus untuk kulit. Cara menggunakannya pun gampang banget, guys. Ratakan 2-3 tetes Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum di wajah setelah menggunakan 3-in-1 Potion Essence. Lalu, tepuk perlahan supaya lebih menyerap ke kulit. Setelah itu, kalian bisa melanjutkan dengan pelembap untuk mengunci pencerah wajah terbaik ini.


 Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask 

Sangat mudah banget punya wajah cerah ala Sultan, dengan kulit sawo mateng seperti saya, kan? Cowok juga butuh perawatan wajah bro, apalagi wajah kita yang sudah berumur ini wajib rasanya dirawat dengan pencerah wajah. Apakah cukup dengan serum pencerah wajah seperti disebutkan diatas?, kalau menurut saya sudah cukup tapi masih kurang maksimal, makanya saya gunakan juga produk gandengan yakni Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

Emang  kandungan apa yang ada di dalam Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mas? Secara garis besar kandungannya sama seperti serum yang sudah saya jelaskan di atas bro, hanya saja beda bentuk, yang ini bentuknya sheet yang sekali pakai. Bagi saya dengan banyaknya aktifitas diluar sepertinya perlu masker dalam 1 bulan 2 kali.

Kenapa Saya memilih Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum dan Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask? Karena kandungan Gluta-Boos-C yang dimilikinya itu mampu bekerja 60 kali lebih efektif dari Vitamin C, mah brooo. Dan ternyata nggak ada istilah pemutih wajah, bro yang ada itu pencerah wajah, makanya Tampan maksimal itu bukan putih bro (ngeyel) wkwkwkwk Jangan sampai salah pilih dalam pencerah wajah ala sultan.

Berdasarkan survei pengalaman saya selama pemakaian Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum, teksturnya ringan banget, aromanya soft, gak lengket, cepat meresap, dan mudah banget dalam pengaplikasiannya. Selain itu, produk pencerah wajah ini juga simpel banget, dan bisa anda dapatkan di Minimarket kesangan Anda.

Tunggu apalagi segera brrangkat ke minimarket kesayangan anda, lalu cari produk pond's pencerah wajah ala sultan ini, kalian nggak bakalan kecewa dan pasti akan ada tampilan beda ketika kalian aplikasikan pada wajah. Biar tidak ragu lagi, saya beri tahu bahan apa saja yang digunakan atau komposisinya, ni disimak apa saja :

Water, Glycerin, Niacinamide, Dipropylene Glycol,Glycine, Cystine, Sodium PCA, Sodium Hyaluronate,3-O-Ethyl Ascorbic Acid, Methylpropanediol, Betaine, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Hydroxyacetophenone, Carbomer, Caffeine, Tromethamine, Allantoin, Caprylyl Glycol, Ethylihexylgcerin,Fraggrance, Xanthan Gum, 1,2-Hexanediol, Disodium EDTA. Sudah dibaca belum komposisinya, makin bingungkan? yakin dah, nggak ngecewain kok. 

Pokoknya jika kalian ingin memiliki wajah cerah, pori-pori tersamarkan, bekas jerawat hilang, kulit lembut dan lembab, gunakan saja serum pencerah wajah terbaik dari Pond’s ini, bro. Pertanyaaan tentang wajah akan terlewatkan ketika kalian jumpa dengan teman- teman.

So, cowok Jangan malu untuk perawatan wajah, apalagi kalian dengan kulit wajah sama seperti saya ini. Semoga artikel perawatan wajah ini bermanfaat bagi kalian semua. Terima kasih telah mampir di rumah maya saya ini.

Salam Tampan ala Sultan.

Mas Holidi

Senin, 11 Maret 2019

Mengubah Tanggal Lahir di Ijazah

11:09:00 PM 2

Sumber : Me edit by Canva 

Bulan November merupakan bulan yang dikenal dengan bulan pahlawan yang mana didalamnya terdapat hari bersejarah yakni Hari Pahlawan. Pada setiap tanggal 10 November merupakan selalu diperingati sebagai hari pahlawan, hari pahlawan ini tidak lepas dari sebuah sejarah seruan resolusi Jihad oleh salah satu tokoh NU yakni Hadratussyeih KH. Hasyim Asy’ari, yang ditandai dengan pergerakan kaum santri di Jawa Timur memasuki Kota Surabaya untuk menyerang Penjajah, Kaum santri berlebur menjadi satu-kesatuan dengan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Komando Perang Soetomo atau yang lebih dikenal dengan Panggilan Bung Tomo, menyulutkan Semangat Nasionalisme dengan arahan Mbah Hasyim untuk mengumandangkan Takbir diakhir pidatonya agar semangat perjuangan Arek-arek Suroboyo dan sekitarnya menyala-nyala.
            Mungkin di Bulan November kita diingatkan dengan peristiwa tersebut, tetapi dibalik itu saya juga menemukan sesuatu dibulan Pahlawan ini yakni peristiwa tanggal lahir saya. Di dalam dokumen administrasi Resmi saya, baik Akte Kelahiran sampai Ijazah saya terlahir di Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia yakni Agustus, tepatnya di semua dokumen tersebut 09 Agustus 1994. Sementara saya baru tahu kalau bulan lahir yang sesungguhnya adalah bulan Pahlawan, Tepatnya Ahad Legi 28 November 1993/ 14 Jumadil Akhir 1414. Jadi dari tanggal lahir di Ijazah lebih Muda setahun dari tanggal lahir yang sebenarnya, bukan tanpa alasan terjadi kesalahan tanggal lahir tersebut. Ceritanya begini, jadi pada waktu saya masuk sekolah dasar (SD). Saya didaftarkan oleh kakek  yang lebih tahu tanggal dan bulan Hijriah atau penanggalan Jawa dalam tanggal lahir saya, akhirnya oleh guru di catatlah tanggalnya tersebut sesuai permintaan kakek saya, tanggal 09 Agustus 1994. Berjalannya waktu  setiap mengisi isian tanggal lahir pasti saya mengisi tanggal tersebut, sampai hampir lulus dari perkuliahan tanggal lahir itu kesemuanya tanggal 09 Agustus 1994. Entah apa yang membuat saya masih penasaran dengan tahun lahir saya, sehingga saya bertanya pada sepupu saya yang lahir lebih muda dari saya dia lahir di bulan januari 1994. Setelah saya Tanya sama orang tua saya, ternyata benar aku lebih tua dari sepupu saya. begitu kata mereka.
          Dengan rasa penasaran sebulan yang lalu saya bongkar-bongkar dokumen lama termasuk dokumen Buku nikah orangtua saya. Di halaman terakhir ada kolom kelahiran anak disana hanya ada tulisan “tanggal 28, 14 hari Ahad Legi dan Tahun 1994 , nama Holidi Tulisan Arab ”, nah dari tanggal lahir saya di akte Kelahiran kok tidak ada yang sama tanggalnya Cuma tahunnya cocok. Setelah melalui penelusuran Google, akhirnya saya menemukan tanggal lahir Ahad legi 28 dan 14 tersebut ditahun 1993, saya masih belum percaya dengan penelusuran google tersebut sampai saya minta bantuan calon Teman Hidup (asyekk), untuk menyelusuri di google, akhirnya temuannya tetap sama “Terima kasih Google”. Setelah saya konfirmasi kembali bulan kelahiran saudara yang lebih muda dari saya tersebut akhirnya saya percaya kalau saya benar-benar lahir 28 November 1993. Tetapi, tidak mungkin juga saya menghapus atau merubah semua dokumen administratif saya tersebut. jalan yang saya tempuh adalah mengingat dan mencatat saja tanggal lahir saya yang sebenarnya tersebut.
            Tanpa mengubah tanggal Lahir Ijazah, saya tetap menggunakan semua dokumen resmi administrasi saya. Karena kalau mengubah semuanya pasti akan memakan banyak waktu, tenaga dan lainnya. cukuplah disimpan dengan rapi data saya yang sesungguhnya tersebut. bagi yang menunggu info cara mengubah kolom tanggal lahir di Ijazah mohon maaf, belum bisa mendapatkan info tersebut. info tersebut bisa dilakukan di Dinas Pendidikan setempat dengan membawa KTP dan identitas lainnya. 
Mulai sekarang kalau ditanya kelahiran tahun berapa ? tetap tahun 1994 hehe. Kalau ditanya 2019 milih Presiden siapa? Rahasia hehehe