Tampilkan postingan dengan label Nguliah ^_^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nguliah ^_^. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Februari 2020

SARJANA TUA : Almamater Tercecer Di Ruang Busuk

11:24:00 PM 0

Wisuda Unej 2020 edit By Canva

Menjadi sarjana dambaan anak-anak desa yang ingin merubah jalan hidupnya lebih baik (katanya), begitupun saya sebagai anak desa yang ingin merubah mindset , perilaku bahkan ekonomi keluarga di masa yang akan datang. Meskipun dulu keinginan menjadi Tentara Nasional Indonesia dengan prestise yang didambakan oleh anak-anak desa dimasa itu,  menginginkan punya tambang dan penguasaan lahan seperti Jendral-jendral di Ibukota sana. Beruntungnya, meskipun tidak menjadi TNI akan tetapi saya memiliki harapan besar menjadi seorang sarjana Sosial lebih tepatnya Sosiolog bidang lingkungan dan bencana, meskipun perjalanan berliku selama perjalanan yang saya lalui selama ini di dunia akademisi.

Tepat pada tanggal 26 Januari 2020, saya dinyatakan lulus dengan wisuda pertama sampai saat ini.  perjalanan berdarah-darah menuju wisuda menjadi kenangan tersendiri selama menempuh strata satu di kampus, dengan lama studi 7 Tahun 3 Bulan 28 hari hampir dua periode penuh menemani rektor saya. Perjalanan ini memang sangat melelahkan tapi menjadi kenangan indah yang mungkin tidak terulang dalam catur kehidupan saya. Almamater yang saya rasakan lusuh saat wisuda menjadi bukti bahwa telah lama tercecer diruang busuk perpolitikan kampus, yang membuat saya merasa bahwa ilmu yang didapat dibangku kuliah itu hanya 30 persen, sisanya mendapatkan di sudut-sudut ruang hampa kehidupan luar kampus dan entitas yang penuh makna di segala  pelosok-pelosok bersamai mereka yang katanya tidak berpendidikan.

Ruang-ruang dikampus mungkin sangatlah menjunjung tinggi akademik dan sering dibilang kalau setiap akademisi itu agent perubahan, nyatanya tidak begitu juga. Kegelisahan yang saya rasakan ketika berada di dalam kampus dan dipisah jarak antara mereka yang butuh akan pendidikan, dibatasi pagar betis akademik dan menjadi kesombongan diri ketika baru menjadi mahasiswa membuat saya menyebutnya ruang busuk yang penuh dengan kehampaan. Seiring berjalannya waktu, saya juga belajar pada masyarakat yang katanya tidak berpendidikan menjadikan almamater itu  tercecer diruang busuk hingga lama.

"Terima Kasih Ruang Entitas, Menjadikan Lebih Bijak Dalam Berpijak" 
Tapi, saya tidak akan terlalu mengutuk ruang-ruang itu, sedikit banyak juga membuat perubahan di hidup saya salah satunya membuat tulisan ini. tetapi saya juga tidak melupakan ucapan terima kasih ruang-ruang entitas yang telah menjadikan lebih bijak dalam berpijak. terima kasih para manusia-manusia yang telah peduli dengan kehidupan manusia lainnya, sehingga membuatku berkaca kepada anda, bahwa bukan hanya gelar yang menjadi kebanggaan akan tetapi kebermanfaatan terhadap manusia lainnya yang menjadi catatan dihadapan pemilik semesta. Selamat di wisuda dan sampai jumpa kehidupan yang penuh ketidakpastian di masa akan datang. Semoga engkau menjalani dengan kemerdekaan!
"Baca Juga; Sarjana Gagal, Gagal Sarjana, atau Pengangguran Bergelar"

Senin, 17 Oktober 2016

Masa Depan Pendidikan di Bondowoso, Dari Universitas Jember Untuk Indonesia

11:03:00 PM 0
Bondowoso merupakan Kota Kecil yang tidak memiliki garis Pantai dan Kota yang berkedudukan di tengah ex-karisidenan Besuki. Letaknya ditengah antara kabupaten Banyuwangi sebelah timur, kabupaten Situbondo sebelah Utara, gunung argopuro disebelah Barat, dan Sebelah selatan Kabupaten Jember.  Kabupaten Jember merupakan kabupaten yang memiliki perguruan tinggi negeri yang sudah cukup terkenal dan merupakan perguruan tinggi satu-satunya. Telah menjadi pusat sorotan di wilayah tapal kuda . tidak dapat dipungkiri dengan adanya perguruan tinggi tersebut wilayah disamping atau kabupaten diantara Jember memiliki misi, bagaimana untuk meningkatkan sumberdaya manusia yang bisa berasaing di era global.
Dengan adanya Universitas tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusianya, setiap kabupaten melaukan inovasi atau dorongan terhadap masyarakatnya. salah satunya yaitu anggaran beasiswa bagi masyarakat yang berprestasi dan masyarakat yang tidak mampu tetapi memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan. seperti yang dilakukan kabupaten Banyuwangi dengan “Banyuwangi Cerdas” , Situbondo dengan “Situbondo Unggul”. Tidak heran Kabupaten Bondowoso juga melaksanakan amanah untuk meningkatkan daya saing global sumberdaya manusia  dengan memberikan beasiswa kepada mereka yang memiliki keinginan kuat untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi tetapi tidak mampu, sampai saat ini kabupaten Bondowoso belum memberikan nama khusus untuk program Beasiswa tersebut. Dengan adanya program beasiswa Bondowoso tersebut diharapkan terdorongnya mahasiswa untuk mencapai pendidikan yang setinggi-tinginya, dan  tidak terjadi pemutusan masa kuliah atau Drop Out.


 Sambutan Oleh Kadinas, Bupati Bondowoso dan Rektor Universitas Jember

Dana APBD  Untuk Pendidikan.
                Pada tanggal 14 Oktober 2016, Pemerintah Kabupaten Bondowoso Memberikan Beasiswa kepada masyarakatnya, untuk mendorong  masyarakat yang bertabat dengan menempuh pendidikan setinggi mungkin. Pada kesempatan ini, mahasiswa Bondowoso yang lolos menajadi penerima beasiswa di kumpulkan di aula Pendopo untuk menyaksikan beberapa hal yang terkait dengan Nota Kepakatan Universitas Jember dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan sekaligus penyerahan simbolis yang dilakukan oleh Bupati Bondowoso. Kesempatan kali ini dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso sebagai Pimpinan daerah, didampingi Kapala Dinas pendidikan Kabupaten Bondowoso beserta jajaran Forpimda dan hadir pula Rektor UnIversitas Jember ,  jajaran Dosen serta jajaran staf kampus tegal boto.
Wajah ceria setelah penyerahan simbolis

Ada beberapa laporan yang disampaikan oleh Kepala Dinas kabupaten Bondowoso sebagai pertanggung jawaban kepada Bupati sebagai kepala Daerah diantaranya ;
1.       Penyerahan Beasiswa.
Penyerahan beasiswa hari ini merupakan Kali keenam yang bertepatan pada tahun 2016 yang terdiri dari 2 jalur beasiswa yakni Beasiswa Bondowoso kurang mampu dan Beasiswa afirmasi di Universitsas Jember.
  • Beasiswa Bondowoso Kurang Mampu

Sekitar 150 mahasiwa yang melalui seleksi ketat, mulai kelengkapan dokumen, fisitasi oleh petugas dan beberapa seleksi yang dilakukan oleh Dinas pendidikan Bondowoso bagian Dikmen. Pengumpulan berkas dari 213 Mahasiswa Bondowoso di seluruh perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. 150 orang mahasiswa yang lolos mendapatkan beasiswa tersebut.
Diantara perguruan tinggi negeri yang menjadi penerima terbanyak dari Institut Agama Islam Negeri Jember, sebanyak 91 mahasiswa. disusul kedua Univeritas Jember sebanyak 28 Mahasiswa, ketiga ada Politeknik Negeri Jember sebanyak 16 mahasiswa, disusul UIN Surabaya dan Univeritas Malang masing-masing 4 Mahasiswa, disusul kembali dari Universitas Brawijaya Malang dan UPJJ Univeritas Terbuka masing-masing 2 Mahasiswa dan terakhir dari UIN Sunan Gunung Jati, Universitas Airlangga, Universitas Gajah Mada masing-masing 1 Mahasiswa. Dengan Besaran Beasiswa yang diberikan 3.000.000,00/ Tahun.
  • Beasiswa Afirmasi Bersama Universitas Jember

Dari sekitar 62 Mahasiwa yang kesemuanya merupakan Mahasiswa Universitas Jember, merupakan hasil dari seleksi dari sekolah dan Dinas Pendidikan Bondowoso untuk meningkat indeks sumberdaya manusia dalam pendidikan. Beasiswa ini hanya dilakukan dengan universitas Jember. masing-masing mahasiswa mendapatkan + 2.225.000, harapan kedepan agar bisa bekerjasama dengan universitas lainnya.

2.       Anggaran Dana utnuk beasiswa Bondowoso
Berdasarkan Laporan kepala Dinas pendidikan kabupaten Bondowoso, dari kedua beasiswa tersebut. penyerahan transfer rekening total mencapai 588 Juta, beasiswa ini bersumber dari APBD kabupaten Bondowoso yang mencapai 49% dari kurang lebih APBD 2 Triliun. Dari hampir 50 persen tersebut anggaran untuk pendidikan juga digunakan untuk insentif guru dan lain-lain dibidang pendidikan (lebih jelasnya ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso)

Pembukaan Program Studi Diluar Kampus Utama
                Penduduk “Republik Kopi “  sebutan baru kabupaten Bondowoso ini , masih cukup minim akses ke pendidikan perguruan tinggi, berdasarkan penjelasan oleh bupati Bondowoso bahwa masyarakat Bondowoso  yang mengkases pendidikan perguruan tinggi hanya 5% dari keseluruhan Penduduk di Bondowoso. Cukup miris bukan? Nah langkah pemberian beasiswa diatas sebagai tanda, untuk mendorong masyarakat agar bisa mengakses pendidikan lebih tinggi. harap Bupati” danpada kesempatan itu, juga disampaikan juga oleh rektor Universitas Jember bahwasanya, mahasiswa Bondowoso di Lembaga yang di pimpinnya, keseluruhan mencapai 1.653 Mahasiswa yang tersebar di seluruh fakultas.
                Untuk Melengkapi Komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso meningkatkan sumber daya manusia Bondowoso maka pada hari ini pula dilakukan penandatanganan Nota kesepakatan antara Universitas Jember dengan Pemerintah kabupaten Bondowoso untuk membuka prodi baru di Kabupaten Bondowoso melalui Program Prodi diluar Kampus Utama yang akan dilaksanakan pembelajarannya di Kabupaten Bondowoso. Rencana akan terealisasi pada tahun depan dan masih menunggu dari kemenristek dikti untuk ijin dan lainnya.
                Rektor Universitas jember mengatakan “ Sebenarnya Universitas Jember Sudah siap dengan tenaga pendidik dan kabupaten Bondowoso sudah menyiapkan tempatnya. Rencana tahun ini sudah bisa direalisasikan tetapi ada regualsi yang berubah di kementerian, akhirnya kita undur sampai tahun depan, menunggu izin dari kementerian, do’akan semoga segera tercapai” tandasnya.
                Program studi utnuk sementara yang akan menjadi program studi di Bondowoso yakni; Prodi Ekonomi Islam dan Syariah, Peternakan, Perkebunan dan ilmu Gizi . dari keempat prodi tersebut akan dilakukan pembukaan bertahap. Beliau juga berharap banyak, agar mahasiwa bisa menjadi agen pemberdayaan masyarakat sekitarnya.

Sarjana Pulang Kampung
                Sarjana merupakan cap khusus bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, saya hanya membayangkan bila sarjana muda pulang kampung. Fakta yang terjadi saat ini sarjana muda enggan pulang kampung atau kembali ke asal mereka, sarjana kabupaten Bondowso saja sampai saat ini sedikit yang kembali dan mengabdi untuk Bondowoso. Oleh karena itu bagaimana upaya mereka kembali ke Bondowoso dan membangun Bondowoso kedepan.
                Dari sekian teman-teman yang masih semester muda diperguruan tinggi yang tersebar hampir seluruh Indonesia, mereka mempunyai kualitas diri yang cukup mumpuni. Bahkan track record mereka bagus-bagus. Oleh karena itu harapan kami bukan hanya mereka jago di negeri orang atau di tempat orang, tetapi jadilah bagian dari Bondowoso, bangunlah kabupaten ini dengan passsionmu dan semampumu diluar sana. Bentuklah jaringan dan akses untuk kalian bawa kembali ke Bondowoso.
                Penyerahan beasiswa Bondowoso sebenarnya sebagai salah satu dorongan untuk masyarakat Bondowoso, agar masyarakat bisa menajadi sarjana yang handal dibidangnya masing-masing dan demi mencetak masyarkat yang berpendidikan. Oleh karena itu sebgai terima kasih teman-teman harusnya sedikit memikirkan kota Bondowoso untuk lebih maju dari saat ini.sebenarnya kalian adalah muda-mudi terpilih untuk mengemban amanah Bondowoso ke depan.Oleh karena itu, buanglah apatisme terhadap lingkungan anda, Lakukan hal terkecil di lingkungan anda, agar masyarakat yakin bahwa pendidikan itu perlu dan penting.
                Saran  untuk pemerintah kabupaten Bondowoso, jika penerima beasiswa bondowoso untuk didorong terus berpendidikan tinggi, maka perlu ditingkatkan bagaimana penerima tersebut bisa memberikan sesuatu untuk bondowoso, seperti melakukan pemberdayaan keluarga disekitarnya ataupun dilingkungannya masing-masing. Kalau selanjutnya bisa dilanjutkan program beasiswa ini, bisa di tambahkan syarat, setiap penerima beasiswa harus punya pilot project untuk lingkungannya setidaknya tingkat keluarga disekitarnya.Didukung program itu dengan pembiayaan dan pengawasan sampai menghasilkan bentuk atau perubahan dari pilot project tersebut. 




Jumat, 03 Mei 2013

Wawancara Dengan RT/RW Mengenai Alasan dan Program

1:36:00 PM 0
RT YANG INGIN MEMBAWA PERUBAHAN
Sumber : Me Edit by Canva
Saya    :mengapa anda mau jadi ketua RT ?
Pak RT:karena saya di pilih oleh rakyat sebenarnya saya tidak mau jadi pak rt karena ini sudah tuntutan dan desakan dari masyarakat sekitar ya saya mau tidak mau  ya..... harus mau. Mungkin ini adalah rejeki atau beban tugas yang berat, Saya sendiri belum paham juga. Dikatakan rejeki mungkin, karena mulai dulu saya punya keinginan untuk menjadi seorang aparatur negara karena saya tidak tamat smp jadi saya hanya bisa jadi rt dulu saya ingin calon pak kampong ( pak lurah di desa ) karena masalah ijazah jadi saya tidak bisa mencalonkan diri maka dari itu saya anggap ini semua rejeki meskipun saya tidak bisa jadi pak kampong hanya jadi pak rt yang penting jadi seorang aparatur negara. Selanjutnya dibilang beban tugas yang berat memang, karena saya sebagai rt bukan hanya sebagai tempat warga berapresiasi, saya juga sebagai pemberi kebijakan di lingkungan masyarakat oleh karena itu saya katakan ini tugas yang sangat berat dan tidak hanya sebagai penentu kebijakan sebagai rt kadang ada pembagian bantuan pemerintah saya juga ikut andil untuk mengatur semua itu semua maka di sana peran rt yang sangat di butuhkan untuk mendukung program pemerintah.

Saya    : program apa saja yang akan atau sudah anda jalankan mulai jadi ketua RT ?
Pak RT:
1.      Mensejahterakan warga khususnya ruang lingkup lingkungan sekitar rt 15 ini.
2.      Setiap bulan diadakan pengajian rutin yang dilakukan setiap satu bulan sekali  yang dilaksanakan pada jum’at legi .
3.      Setiap senen malam di adakan diba’iyah bagi ibu-ibu pengajian rutin untuk mempererat silaturrahmi antar warga.
4.      Membuat struktur kerja bakti dikalangan RT.15 khususnya diadakannya acara bersama warga sekitar yaitu gotong royong  JUM’AT BERSIH.
5.      Pada hari jum’at setelah ba’dah shalat jum’at , akan diadakan hari relawan atau hari sumbang-menyumbang tujuannya untuk membantu warga yang sekiranya kurang mampu dan atau bagi kifayah warga rt 15. Mungkin dengan seperti itu akan ada keringan bagi warga sekitar dan mengadakan zakat maal bagi warga yang sudah mamapu dengan harta yang melimpah sebagai kas untuk pembelian tempat penguburan bahkan ini wajib bagi sebagian wilayah RT oleh kepala desa.
6.      Apabila ada warga yang mengalami berpedaan pendapat  dengan warga lain, sebagai ketua RT yang menginginkan kemakmuran warganya , saya lakukan tindakan mediasi, yaitu memperdamaikan kedua belah pihak dengan ada pihak lain sebagai penengah yang turut andil dalam menyelesaikan masalah pada keduanya .saya lakukan ini kalau masih bisa mediasi di tingkat RT tetapi, kalau saya sudah tidak mampu saya serahkan pada kelurahan atau langsung ke kepala desa.
7.      Sebagai ketua RT saya tidak memilih-milih warga, karena seorang ketua RT ini harus adil pada setiap warganya .
8.      Melayani permintaan warga dengan baik dan jujur dalam urusan tentang masalah desa  misal :

1.      Permintaan keterangan pembuatan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu ) biasanya surat ini banyak di minta oleh siswa atau mahasiswa untuk meringankan biaya pendidikan.
2.      Permintaan keterangan pembuatan kartu AK (Akta Kelahiran) surat keterangaan ini biasanya di gunakan  untuk  membuat akte kelahiran bagi bayi yang baru lahir.
3.      Permintaan keterangan pembuatan kartu KK (Kepala Keluarga) biasanya KK di butuhkan saat pindah dan atau pecah dari orang tua atau memiliki keluarga baru.
4.      Pelayanan pengurusan perlengkapan untuk KTP (Kartu Tanda Penduduk). Biasanya yang ramai buat kalau mau ada bantuan dari pemerintah baru buat KTP jadi, saya melayani warga kadang sampai kewalahan.
5.      Pembagian beras RASKIN yang biasanya ketua RT-lah yang melakukan pembagian tersebut , dan intinya sebagai ketua RT ini harus jujur dan tidak memilih siapa yang mendapatkannya serta tidak mengurangi atau melebihi batas ketentuan pembagian .
6.      Melindungi warga daerah sekitar kawasan RT.15, intinya ketua RT itu adalah sebagai sarana dan pra sarana informasi.
7.      Mengayomi semua warga yang bermukim di RT.15 dengan memper erat hubungan atau pendekatan warga agar warga tidak terlalu sungkan melapor apabila suatu permasalahan permasalahan di lingkungan sekitar RT15.
8.      Saya mengutamakan kepentingan warga daripada kepentingan yang lain, ini yang di katakan beban tugas berat tadi.
9.      Melaksanakan tugas sepenuhnya dengan jujur dan berpegang teguh  pada nilai nilai pancasila.
10.  Saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi di daerah sekitar RT 15 dan ini merupakan beban terberat saya sebagai ketua RT.                                                                                           
9.      Menjadikan lingkungan RT15 adalah kawasan yang TERBINA yaitu Tertib , Bersih , Indah dan Aman .
10.  Saya Bekerjasama dengan warga  RT15 untuk membangun komplek yang yang tentram  dan menindak  mereka yang tindakan asusila.
11.  Saya Membuat kawasan RT yang nyaman tanpa gangguan . misalnya diadakannya ronda malam .      

Saya:   Berapa lama anda menjabat ketua RT atau mungkin ada program yang belum  terealisasikan ?
Pak RT: saya sudah sekitar 4 tahun menjadi RT.
 ada beberapa program yangbelum terealisasikan  diantaranya:
1.      Ingin menjadikan warga melek huruf semua tetapi mulai saya jadi ketua RT tidak pernah terealisasikan karena kurangnya dukungan dari kepala desa dan lurah setempat akhirnya pada awal 2009 saya menyuruh salah satu warga saya yang kebetulan sekolahnya sampai SMA untuk mendidik warga yang buta aksara agar bisa bca tulis.
2.      Selanjutnya saya merencanakan desa internet ruang lingkup yang tidak mudah ini  bukan hanya di lingkungan RT 15 tetapi di tingkat desa di canangkan atau di bangun sarana internet agar masyarakat bisa tau apa yang terjadi di luar sana . tetapi program ini juga tidak di dukung  oleh tingkat desa dengan alasan dana ADD yang sangat  kecil kata kepala desa disini. Saya ingin warga RT 15 ini khususnys dan warga desa ini umumnya agar lebih maju dan ada perubahan .
Demikian hasil wawancara saya dengan salah satu RT  di Desa Pengarang Dusun Lucu Kecamatan Jambesari Darussholah Kabupaten Bondowoso.