Tampilkan postingan dengan label Coretan Warna Hidup <3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan Warna Hidup <3. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 September 2026

Ijen Geopark : Pesona Kaldera Ijen Purba di Bondowoso

6:21:00 AM 0

Bondowoso memiliki bentang alam yang luar biasa. Di wilayah timur kabupaten ini, kawasan pegunungan Ijen menghadirkan perpaduan antara lanskap vulkanik, hutan, perkebunan kopi, air terjun, sumber air panas,s avana, serta kehidupan masyarakat yang telah berabad-abad beradaptasi dengan lingkungan pegunungan.

Kawasan inilah yang kemudian menjadi bagian penting dari Ijen UNESCO Global Geopark, sebuah kawasan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan cerita tentang proses geologi, keanekaragaman hayati, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat.

Ijen UNESCO Global Geopark berada di wilayah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. UNESCO menetapkan Ijen sebagai UNESCO Global Geopark pada tahun 2023. Kawasan ini memiliki nilai geologi yang sangat penting, terutama karena bentang alamnya terbentuk dari aktivitas vulkanik yang berlangsung dalam rentang waktu yang panjang.

Di kawasan ini terdapat konsentrasi kerucut vulkanik, kawah, dan aliran lava yang memperlihatkan bagaimana aktivitas gunung api membentuk wajah wilayah Ijen. Salah satu pusat perhatian utamanya tentu saja adalah Kawah Ijen. Bagi masyarakat Bondowoso, Ijen bukan sekadar gunung atau kawasan wisata. Ijen adalah ruang hidup yang mempertemukan alam, perkebunan, budaya, sejarah, dan aktivitas masyarakat.

Kawah Ijen, Pesona Kaldera yang Mendunia

Kawah Ijen merupakan salah satu ikon wisata alam Jawa Timur. Kawah ini berada di dalam sistem kaldera Ijen dan memiliki danau kawah berwarna biru kehijauan yang memiliki tingkat keasaman sangat tinggi. UNESCO menyebut Danau Kawah Ijen sebagai danau kawah paling asam di dunia.

Keindahan Kawah Ijen semakin lengkap dengan dinding-dinding kaldera yang menjulang dan membentuk lanskap dramatis. Ketika cahaya matahari pagi mulai menyentuh lereng dan permukaan kawah, warna-warna alam berubah perlahan. Kabut yang menggantung di antara pepohonan dan tebing menciptakan suasana yang sulit dilupakan. Namun, ada satu fenomena yang membuat Ijen begitu terkenal di dunia: blue fire atau api biru.

Fenomena tersebut bukanlah lava berwarna biru. Api biru muncul ketika gas sulfur bersuhu tinggi keluar dari kawasan vulkanik dan terbakar ketika bertemu dengan oksigen di atmosfer. Karena fenomena tersebut paling mudah terlihat pada malam hari, pengunjung yang ingin menyaksikannya biasanya harus melakukan perjalanan sebelum matahari terbit.

Fenomena api biru Ijen merupakan salah satu fenomena vulkanik yang sangat langka dan menjadi daya tarik utama kawasan ini. Tetapi Ijen bukan hanya tentang api biru. Ada perjalanan menuju puncak, udara dingin, suara langkah kaki, aktivitas penambang belerang, hutan pegunungan, matahari terbit, serta panorama kaldera yang perlahan terbuka ketika kabut mulai menipis. Semua pengalaman tersebut menjadi bagian dari cerita perjalanan menuju Kawah Ijen.

Paltuding, Gerbang Pendakian Kawah Ijen

Salah satu titik penting dalam perjalanan menuju Kawah Ijen adalah Paltuding. Paltuding menjadi kawasan awal pendakian yang sangat dikenal oleh wisatawan yang hendak menuju Kawah Ijen. Dari sinilah perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju kawasan kawah.

Dalam beberapa tahun terakhir, fasilitas pendukung wisata di kawasan Ijen juga terus dikembangkan. Pemerintah Kabupaten Bondowoso, misalnya, telah mengembangkan fasilitas pelayanan kesehatan wisatawan di kawasan Paltuding melalui Pos Kesehatan Pariwisata Ijen Geopark.

Bagi wisatawan, Paltuding bukan hanya tempat memulai pendakian. Tempat ini juga menjadi titik untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan menuju kawah. Dan menariknya, Ijen dapat dinikmati dari berbagai sisi. Bagi wisatawan yang datang dari Bondowoso, perjalanan menuju Ijen membawa kita melewati kawasan pegunungan dan perkebunan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.

Menikmati Ijen dari Jalur Bondowoso

Perjalanan menuju kawasan Ijen dari Bondowoso menawarkan pengalaman yang berbeda. Sebelum mencapai kawasan Paltuding, perjalanan melewati jalan pegunungan, perkebunan kopi, hutan, dan permukiman masyarakat. Semakin mendekati kawasan Ijen, udara semakin sejuk dan lanskap pegunungan semakin dominan. Inilah salah satu alasan mengapa perjalanan menuju Ijen dari Bondowoso layak dianggap sebagai bagian dari pengalaman wisata, bukan sekadar perjalanan menuju sebuah destinasi.

Kawasan Bondowoso juga memiliki hubungan yang kuat dengan perkebunan kopi. UNESCO mencatat Kopi Bondowoso  sebagai salah satu bagian dari warisan kawasan Ijen UNESCO Global Geopark, dengan perkebunan kopi yang juga menjadi habitat berbagai flora dan fauna. Maka, perjalanan ke Ijen dapat menjadi sebuah perjalanan yang lengkap: 

dari kopi, perkebunan, pegunungan, hutan, hingga kawah vulkanik.

Kawah Wurung: Savana di Kaldera Ijen

Tidak jauh dari kawasan Kawah Ijen terdapat salah satu destinasi yang menjadi favorit wisatawan di Bondowoso, yaitu Kawah Wurung. Kawah Wurung merupakan bentang alam berupa cekungan yang dihiasi hamparan padang rumput. Pada musim tertentu, kawasan ini tampak hijau dan luas, sehingga sering diasosiasikan oleh wisatawan dengan sebutan “Bukit Teletubbies.”

Pemandangan Kawah Wurung sangat berbeda dengan Kawah Ijen. Jika Kawah Ijen menawarkan panorama kawah vulkanik dan danau berwarna biru kehijauan, Kawah Wurung menawarkan hamparan savana dan perbukitan. Di sekitar kawasan wisata, wisatawan juga dapat menikmati kopi Arabika yang menjadi salah satu komoditas khas pegunungan Ijen. Pemerintah Kabupaten Bondowoso sendiri memasukkan Kawah Wurung sebagai salah satu kawasan pariwisata penting dalam kawasan Ijen-Raung. Kawah Wurung juga menjadi bagian dari pengembangan Ijen Caldera Adventure, termasuk paket perjalanan menggunakan jeep yang menyusuri kawasan savana dan lanskap Ijen.

Puncak Megasari: Menatap Ijen dari Ketinggian

Bagi mereka yang ingin menikmati kawasan Ijen dari sudut pandang yang berbeda, Puncak Megasari menawarkan pengalaman menarik.Dari kawasan ini, pengunjung dapat menikmati panorama pegunungan dan bentang alam Ijen dari ketinggian.

Puncak Megasari juga telah menjadi salah satu destinasi yang mendapatkan perhatian dalam pengembangan pariwisata kawasan Ijen. Pemerintah Kabupaten Bondowoso memasukkannya dalam kawasan pariwisata Ijen-Raung. Dari sini, Ijen tidak lagi sekadar terlihat sebagai sebuah kawah. Kita dapat melihatnya sebagai sebuah bentang alam besar yang tersusun atas gunung, lembah, hutan, perkebunan, dan permukiman masyarakat.

Air Terjun Blawan dan Aliran Kalipait

Perjalanan menyusuri kawasan Ijen tidak berhenti di gunung. Di Kecamatan Ijen terdapat Air Terjun Blawan, salah satu destinasi alam yang memiliki karakter unik. Air Terjun Blawan berada di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen. Air terjun ini memiliki hubungan dengan aliran air dari kawasan Ijen dan dikenal memiliki kandungan mineral serta sulfur yang membuat karakter airnya berbeda dari air terjun pada umumnya.

Yang membuat Air Terjun Blawan menarik adalah alirannya yang kemudian menghilang ke dalam tanah. Karena karakter tersebut, masyarakat setempat juga mengenalnya sebagai air terjun yang “hilang ke bumi”.

Tidak jauh dari kawasan ini terdapat Pemandian Air Panas Blawan. Setelah perjalanan menyusuri pegunungan dan berbagai destinasi Ijen, berendam di air hangat dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan. Pemandian Air Hangat Blawan juga tercatat sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kecamatan Ijen. Sementara itu, Kalipait juga menjadi bagian dari kawasan wisata Ijen. Pemerintah Kabupaten Bondowoso memasukkan Kalipait bersama Kawah Ijen, Kawah Wurung, Air Terjun Blawan, Puncak Megasari, dan agrowisata kopi sebagai bagian dari kawasan pariwisata Ijen-Raung.

Air Terjun Gentongan dan Pesona Alam di Lereng Ijen

Selain Blawan, kawasan Ijen juga menyimpan sejumlah air terjun dan bentang alam lain yang menarik untuk dijelajahi. Salah satunya adalah Air Terjun Gentongan.Keberadaan air terjun, aliran sungai, hutan, dan lembah menunjukkan bahwa kawasan Ijen tidak hanya memiliki kekayaan geologi, tetapi juga kekayaan hidrologi dan ekosistem.

Daftar destinasi resmi Kabupaten Bondowoso mencatat sejumlah objek wisata alam di kawasan ini, termasuk Air Terjun Gentongan, Kalipait, Mini Niagara, Air Terjun Pelangi, serta sejumlah destinasi lainnya. Dengan demikian, wisata Ijen sebenarnya dapat dikembangkan menjadi perjalanan beberapa hari, bukan hanya kunjungan singkat untuk melihat kawah.

Kebun Kopi Arabika: Ijen dan Aroma yang Mendunia

Ada satu hal yang tidak boleh dilewatkan ketika berbicara mengenai kawasan Ijen di Bondowoso: 

kopi. Perkebunan kopi Arabika tumbuh di kawasan dataran tinggi Bondowoso. Udara sejuk, kondisi tanah vulkanik, serta lingkungan pegunungan menciptakan kondisi yang mendukung perkembangan perkebunan kopi. Kopi bukan hanya komoditas pertanian. Di kawasan Ijen, kopi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan identitas kawasan.

UNESCO secara khusus mencatat Bondowoso Coffee sebagai salah satu unsur warisan kawasan Ijen UNESCO Global Geopark. Perkebunan kopi di kawasan tersebut juga memiliki hubungan dengan keanekaragaman flora dan fauna. Karena itu, perjalanan ke Ijen akan terasa lebih lengkap apabila disertai dengan pengalaman menikmati kopi Arabika di tengah perkebunan.

Bayangkan:

pagi yang dingin, kabut yang perlahan terangkat, hamparan kebun kopi, dan secangkir kopi Arabika hangat.

Itulah wajah lain Ijen yang mungkin tidak selalu terlihat dari puncak kawah.

Ijen Bukan Hanya Tentang Geologi

Keistimewaan Ijen UNESCO Global Geopark tidak hanya terletak pada gunung dan kawahnya. Konsep geopark menghubungkan warisan geologi dengan warisan alam dan budaya, serta menggunakannya sebagai sarana pendidikan, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat. Karena itu, ketika kita berbicara mengenai Ijen Geopark, kita sebenarnya sedang berbicara tentang sebuah kawasan yang jauh lebih luas daripada Kawah Ijen.

Ada masyarakat.

Ada perkebunan.

Ada tradisi.

Ada cerita sejarah.

Ada flora dan fauna.

Ada situs geologi.

Ada situs budaya.

Dan semuanya saling berhubungan.

Situs Geologi, Biologi, dan Budaya

Kawasan Bondowoso yang termasuk dalam Ijen Geopark memiliki berbagai situs yang memperlihatkan hubungan antara alam dan kehidupan masyarakat. Dari sisi geologi, terdapat berbagai bentuk bentang alam vulkanik seperti kawah, lava, dinding kaldera, dan sumber air panas.

Dari sisi biologi, kawasan Ijen memiliki hutan pegunungan, perkebunan kopi, serta berbagai jenis flora dan fauna. UNESCO mencatat keberadaan beragam flora dan fauna di kawasan perkebunan kopi Bondowoso.

Sementara dari sisi budaya, Bondowoso memiliki berbagai tradisi dan kesenian masyarakat yang menjadi bagian dari identitas kawasan. Dengan demikian, perjalanan Ijen bukan hanya perjalanan melihat pemandangan.

Ia adalah perjalanan untuk membaca cerita bumi dan manusia.

Ijen sebagai Ruang Belajar

Salah satu gagasan penting dalam konsep geopark adalah menjadikan kawasan sebagai ruang pendidikan. UNESCO menjelaskan bahwa UNESCO Global Geopark bukan sekadar kawasan wisata. Geopark juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bumi, warisan geologi, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, perjalanan ke Ijen dapat menjadi pengalaman belajar yang menarik.

Anak-anak dapat belajar mengenai gunung api. Pelajar dapat memahami proses pembentukan kaldera.

Wisatawan dapat melihat bagaimana masyarakat hidup berdampingan dengan kawasan pegunungan.

Petani dapat memperkenalkan proses budidaya kopi. Dan masyarakat lokal dapat menjadi bagian penting dalam menjaga serta memperkenalkan warisan daerahnya.

Menikmati Ijen dari Bondowoso

Jika ingin menjelajahi kawasan Ijen dari sisi Bondowoso, banyak pilihan yang dapat disusun dalam sebuah perjalanan.

Misalnya:

Hari pertama

Bondowoso – Sumberwringin – perkebunan kopi – Kawah Wurung – Puncak Megasari.

Hari kedua

Paltuding – pendakian Kawah Ijen – menikmati panorama kaldera – turun menuju kawasan Blawan.

Hari ketiga

Pemandian Air Panas Blawan – Air Terjun Blawan – Kalipait – perjalanan kembali menuju Bondowoso.

Tentu saja susunan perjalanan perlu menyesuaikan kondisi cuaca, aturan pengelola, kondisi jalur, serta status operasional masing-masing destinasi.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso sendiri pada 2025 memperkenalkan perjalanan GeoTrip Ijen Caldera Adventure yang menghubungkan beberapa destinasi, antara lain Paltuding, Kalipait, Kawah Wurung, Jabal Kirmit, dan Air Panas Blawan. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Ijen dapat dinikmati sebagai satu rangkaian perjalanan, bukan sebagai destinasi yang berdiri sendiri.

Menjaga Pesona Ijen untuk Generasi Mendatang

Keindahan Ijen membawa tanggung jawab.

Semakin terkenal sebuah kawasan wisata, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga lingkungan dan mengatur aktivitas wisata secara berkelanjutan.

Kita datang ke Ijen untuk menikmati alam, tetapi pada saat yang sama kita juga harus menjaga alam tersebut.

Tidak membuang sampah.

Tidak merusak vegetasi.

Tidak mengambil bagian dari lingkungan sebagai cendera mata.

Mengikuti aturan kawasan konservasi.

Menghormati masyarakat lokal.

Dan yang tidak kalah penting, menghargai para pekerja serta masyarakat yang menggantungkan kehidupan mereka pada kawasan Ijen.

Inilah semangat penting dari sebuah geopark: menikmati, memahami, melestarikan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ijen, Cerita Panjang di Bumi Bondowoso

Pada akhirnya, Ijen bukan hanya tentang foto di tepi kawah.

Bukan hanya tentang blue fire.

Bukan hanya tentang sunrise.

Bukan pula hanya tentang hamparan savana Kawah Wurung.

Ijen adalah sebuah cerita panjang tentang bumi.

Cerita tentang gunung api yang membentuk bentang alam.

Cerita tentang air dan lava.

Cerita tentang hutan dan perkebunan.

Cerita tentang kopi Arabika yang tumbuh di lereng pegunungan.

Cerita tentang masyarakat yang hidup dan bekerja di kawasan ini.

Dan cerita tentang bagaimana sebuah wilayah menjaga warisan alamnya untuk generasi berikutnya.

Dari Kawah Ijen, Kawah Wurung, Puncak Megasari, Kalipait, Air Terjun Blawan, Pemandian Air Panas Blawan, hingga perkebunan kopi, semuanya merupakan kepingan dari satu cerita besar bernama Ijen Geopark.

Bondowoso memiliki pintu untuk memasuki cerita itu.

Sebuah perjalanan yang dimulai dari kota, kemudian melewati perkebunan, menanjak menuju pegunungan, hingga akhirnya berhadapan dengan bentang alam vulkanik yang luar biasa.

Dan di sana kita akan memahami bahwa keindahan Ijen bukan hanya apa yang terlihat oleh mata.

Ijen adalah jejak panjang bumi yang dapat kita baca, kita nikmati, dan kita jaga bersama.

Kamis, 13 Desember 2018

Menghargai Proses Bersama Swayanaka Jember I

4:24:00 PM 0
Pengurus Swayanaka Indonesia 
Regional Jember Periode 2016-2017

Bertahun-tahun menemani Swayanaka Regional Jember dengan suka dan dukanya membuat saya ketagihan bergerak dan ikut urun tangan mengentaskan permasalahan anak Indonesia dari kota tempat saya menimba ilmu. Senyuman tulus malaikat kecil dan ekspresi mereka membuat kita ingin terus menemuinya, terkadang disaat seperti sekarang masih sering merindukan mereka. pada awal 2016, saya diberikan amanah dan tanggung jawab untuk menahkodai kapal besar ini, yang bernama Swayanaka. Banyak kisah suka dan duka bersama Swayanaka 1 tahun terakhir sebelum menjadikan diri demesioner raga. Saya dan Tim terus mengembangkan swayanaka yang telah di bangun sejak 2013 tersebut.

[ Baca Juga : Bersama Mereka di Swayanaka Indonesia  ]
Saya merasa sangat beruntung memiliki tim kerja yang sangat responsive dan aktif. Bejuta-juta terima kasih saya ucapkan pada mereka para Pejuang Hak Anak Indonesia. sebagai ungkapan terima kasih kepada mereka, Izinkan saya mengukir nama mereka masing-masing didinding rumah maya saya ini. untuk tetap berkobar semangat dalam  merawat, memperjuangkan, dan mencerdaskan anak bangsa dimanapun mereka berada (nantinya).


Badan Pengurus Harian Swayanaka Indonesia
Regional Jember 2016-2017

Didalam berorganisasi juga perlu beberapa orang sebagai tonggak utama sebelum pembentukan divisi yakni Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Dimanapun organisasi, komunitas, kumpulan mungkin perlu itu dan kali ini saya akan mengenalkan mereka yang tetap menghibahkan waktunya untuk memperjuangakan Hak Anak Indonesia dibagian wilayah Jember. Inilah jajaran Tim Swayanaka periode 2016, dan mereka yang sampai titik terakhir masih bertahan dan terus berkarya bersama dalam menghadapi suka duka berorganisasi. mereka yang berproses dan terus berproses akan merasakan proses itu. berikut adalah nama-nama yang berjuang bersama kami sampai akhir kepengurusan di tahun-tahun tersebut;

Wakil Ketua

Ahmad Aldi Fauzi

Dia merupakan wakil ketua swayanaka periode saya, serta seorang sahabat yang multitasking. Dia salah satu sahabat di koerawa yang di tuakan oleh sahabat yang lainnya, dia pemuda asli Kalibaru,Banyuwangi dan Pembina “RECIDA (Remaja Cinta Desa)”. saat di swayanaka dia bertugas mengontrol didalam organisasi, sementara saya betugas mengontrol dari eksternal, kita membagi tugas sendiri saling mengisi satu sama lainnya. kita pernah satu kontrakan sewaktu masih kuliah semester akhir, dengan banyak cerita saat kita berorganisasi bersama, bersaudara bersama dalam “koerawa” serta menjadi tim netralisatas di kampus. Sehingga, cukup banyak yang aku ketahui tentangnya dan banyak diskusi yang kadang membuat kita bersitegang. etapi, mencair ketika kita sruput kopi di warung depan kontrakan. Kalau masalah percintaan, insyallah dalam waktu dekat dia akan segera menikah dengan wanita yang dia temani saat di bangku SMA, do’akan saja disegerakan  biar segera insyaf.. kan iya mo  ?

Sekretaris

Aisatul Haidariyah

Seorang santriwati yang menjadi sekretaris di kepengurusanku. Sangat energik dalam berkegiatan dan jadwalnya padat selain kesibukannya kuliah dan organisasi, ia juga aktif merintis les privat yang dicita-citakan menjadi LBB berkelas nantinya. Saat ini ia sangat sibuk nomaden dari kota satu ke kota satunya, dengan kesibukan LBB yang ia tekuni sedari menjadi Mahasiswa itu. nah dalam urusan administratif sangat cag-ceg. Tanpa saya memberikan contoh dia langsung gaspoll dan mau belajar. Selamat ya Ais semoga Tahun Depan Sudah selesai mbolang sendiriannya…

Bendahara Umum

Alifa Juliana


Swayanaka Jember
Perempuan asal Probolinggo ini merupakan sarjana pendidikan fisika . Bendahara Umum yang bertahan sepanjang pengurusan, kalau masalah duit sangat rijik dan detail banget. Apalagi, soal sisa dari uang anggaran yang masih ada di setiap individu dia sangat crewet. Tapi, dengan crewet, pelitnya serta detailnya dia menangani masalah keuangan organisasi, organisasi bisa tetap survive dan lancar dalam berkegiatan. tak ayal, mantan bendahara ini, sekarang menjadi karyawan salah satu bank di Surabaya. Terima kasih bendahara umum yang selalu mengingatkan sisa anggaran kegiatan kepada kami. Sisa anggaran di saya sudah lunas ya buk hahaha

Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia

Dari Kiri ( Malik, Nisrina, Habibah, Syari, Andri)

Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, ini merupakan divisi yang berperan penuh kepada pengkaderan dan pengeratan dalam jajaran organ diswayanaka, yang sering di istilahkan sebagai bapak dan ibu Swayanaka Jember. dari jajaran ini akan saya perkenalkan beberapa yang menjadi pemeran penuh dibalik suksesi kaderisasi di Swayanaka Jember.

Malik Naharul

Mosok lik ?

Nah , ini adalah Malik Naharul yang berperan penuh dalam pimpinan sebagai Kepala divisi PSDM Swayanaka regional Jember. Mahasiswa Fisip Universitas Jember jurusan Sosiologi ini, berasal dari Kota Blitar dan selama ini aktif di kegiatan olahraga sepak bola dan futsal selain kegiatannya sebagai kepala divisi PSDM. Mahkluk satu ini sangat absurd, dan sering membuat bingung anggotanya dalam bertindak. Ucapannya yang khas “ mosok”, mosok adalah kata ecean dia jika ada yang berpendapat. Dia adalah punggawa di divisi PSDM dan menjadi bapak bagi anggota swayanaka yang lainnya. dan pada akhirnya dia  menemukan ibu Negara di kapal besar ini, semoga mereka berjumpa untuk selamannya. Tak dunga’no lik, ndang budal neng Jeporo, arek arek Kurowo wis podo siap budal neng kono.

Nisrina

Nisrina ini merupakan anggota dari divisi PSDM, Gadis yang akrab disapa Irin ini merupakan mahasiswa Poltekes kemenkes Malang Di Jember, gadis penggemar eskrim ini,  merupakan mahasiswa satu-satunya yang berasal dari kemenkes malang yang bertahan sampai akhir dalam kepengurusan. Dia berasal dari kota Jember dan aktif berorganisasi sejak menempuh sekolah menegah Atas Di Madrasah Aliyah Negeri Jember yang terkenal karena sebuah pengungkapan bersejarah disekolahnya, membuat dia terus aktif berorganisasi. kesibukannya saat ini menempuh semester akhir sebagai calon Bidan professional.

Syarifatul Laili

Syarifatul laili, perempuan Jepara yang cukup mirip kisahnya dengan kartini, karena setiap berkegiatan sangat energik dan cukup feminis kalau saya liat. Dia sering disebut ibu dari swayanaka Jember kala itu, karena ke ibuannya dan ketelatennannya mengingatkan anggota yang menjadi tugasnya di PSDM membuat dia harus bekerja ektra membuat anggota terus rekat dengan banyak inovasi program yang dituangkan bersama di divisi PSDM. Syar, ojok lali lek wesan kakang prabu rawuh neng jeporo di sambut yo sar, eh koyok’e wes mari tekan kono. Semoga kalian jadi keluarga yaaa.

Habibah Z

Habibah , panggilan akrabnya bibah merupakan anggota dari divisi PSDM yang paling kritis jika ada kejadian internal yang tidak bagus, mahasiswa asal Jember Barat yang sampai saat inipun janji saya berkunjung tak kunjung sampai. Mahasiswa jurusan pendidikan fisika ini merupakan mahasiswa yang cukup aktif dalam selama kuliah dan di pengurusan saya ia mengikuti sampai akhir, kesibukan saat ini menjadi salah satu guru di daerah Tanggul. Lama tak ada kabar, semoga ada kabar baik ya bib yang datang ke Meja kerja saya ditahun depan, oiya kang jibur iniloh masih kosong hahaha

Moh. Andri F

Panggilan akrabnya andri atau landro, dia merupakan mahasiswa angkatan saya dan saya menyeret ke swayanaka waktu awal sawayanaka di dirikan, berawal dari penelitiannya tentang swayanaka regional Jember, lambat laun ia mengikuti kegiatannya swayanaka. Mahasiswa ini adalah pasukan dari kurowo “pasukan berani mati, takut lapar”. Sahabat yang baik ini sering memberikan saya utangan ketika saya susah diperantauan. Beberapa kali saya meminjam kalau tidak salah sampai saaat ini masih ada sisa ke dia. selain aktif berorganisasi ia juga aktif dalam bisnis online (dulu) sewaktu masih bersama sang mantan. Mahasiswa ini merupakan salahsatu sahabat kurowo yang dari Genteng, kalau saya ke Banyuwangi pasti ia jemput saya, bahkan suatu hari pernah mengantarkan saya ke daerah songgon, sahabat sangat baik bagi saya. Saat ini ia sibuk menjadi Bos dan NgGojek di sekitar Genteng, lagi mencari tambatan hati kembali, karena kegagalan ditinggal rabi. Sabaro yo ndri, sisa utangku engko yoo…

Fahmi N.H

Panggilan akrabnya Parmai, pria asal Ajung Jember yang memiliki berhektar tanah yang sering telat hadir ketika ada kegiatan. Dia merupakan sahabat baik saya juga di Kurowo, meskipun kadang sering ngilang saat dipengurusan saya. Sewaktu menjabat di pengurusan saya, ia juga aktif di organisasi yang lain serta kesibukannya menjadi surveyor professional. Dia merupakan penyelamat kami "kurowo" disaat uang kita menipis di perantauan dengan penawaran berangkat survei ke luar kota. pernah kita bareng survei ke Kota Batu Malang, waktu itu Edi rumpoko masih belum menjadi tersangka. Selain sibuk dengan organisasi, survei dan olahraga ia juga aktif bertani. Ia pengurus yang paling tinggi tubuhnya dan di kurowo juga sepertinya. Bagi saya dia banyak berperan penuh di ekternal kepengurusan meskipun posisinya di PSDM. Saat ini ia sibuk mengurusi sawahnya yang hektaran bertani sereh. Ojok lali skripsi yukk men..

        Divisi yang lain mana? kok cuma divisi PSDM yang ada, ditunggu ya di up date selanjutnya, masih ada divisi Kesehatan, divisi Pendidikan, divisi DANUS dan divisi HUMAS.. ditunggu ya....
Selamat Baraktifitas 

Sabtu, 12 Mei 2018

Perjalanan Panjang Pegunungan Ijen Bondowoso MAPALA UI

5:06:00 PM 0

Alam bukan  untuk ditaklukkan tetapi untuk beradaptasi dengannya. Sekitar  awal januari  2017 dunia kepencitaalaman mengalami duka dan sekaligus membuat tercoreng kegiatan Pecinta Alam karena telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat diklatsar di salah satu Universitas ternama di jogja. Tetapi hal beda ditunjukkan oleh temen Mapala UI, Di waktu yang bersamaan selang beberapa hari dari kejadian tersbut, di Bondowoso menjadi tujuan untuk diklatsar (diklat dasar ) dari sahabat sahabat Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (MAPALA UI). Dengan memboyong calon anggota barunya untuk melakukan “jelajah Pegunungan Ijen” dengan Dipandu oleh Badan Khusus Pelantikan Mapala UI yang ke -16. 
Sebelum meninggalkan Dusun Tol-tol Timur bersama Keluarga Pak Kasun Kece

Sebagai salah satu Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam alam tertua di Indonesia, menjadi hal yang wajib untuk dilakukan kaderisasi dan keberlanjutan sebuah organisasi. Kurang lebih  lima belas hari mereka melakukan perjalanan jauh dari UI Depok sampai lereng raung tepatnya dusun terakhir sebelum memasuki perkampungan milik PTPN dua belas yakni Dusun Tol-tol Timur yang saat ini menjadi binaan Relawan Muda Bondowoso dan Menumbuhkan Ide Book Adventure.
Ini merupakan awal saya mengenal Dulur (saudara) dari mapala UI BPKP enam belas. Sewaktu itu saya mendapatkan kabar dari salah satu group Kebencanaan Jember, bahwa akan ada pendakian panjang yang akan di lakukan dulur dulur mapala UI. Darisana saya forward info tersebut ke salah seorang teman, yang aktif mendaki gunung Raung, kebetulan juga yang akan menjadi rute pendakian ini juga gunung Raung dan Suket. Secara tidak sengaja ternyata teman saya telah mengantongi info juga dari teman briker radio lokal. Selang beberapa hari sebelum keberangkatan, dia bermain ke salah satu dusun yang menjadi entry Point yakni dusun Tol-Tol Timur, yang sebelumnya dia sudah kenal dengan kasunnya “mas Tony”, kenal sewaktu masih menjadi anggota radio amatir lokal. 
Diantara Mentor (Irvan) dan calon anggota (Pipit)

Di minggu selanjutnya, dia mengajak saya  kesana karena ada kabar, teman-teman sudah akan pindah dari tol-tol timur ke dusun jampit untuk menyambut teman-temen yang lain yang telah berada di dekat dusun jampit. Dengan mengendarai motor sendiri-sendiri kami langsung mengantarkan saudara Pipit dan ervan serta beberapa alat yang sudah dipacking dengan rapi untuk dibawa ke exit point di dusun Jampit. Sepanjang perjalanan kami melawati perkebunan kopi dusun Krepekan dan sampailah ke dusun Jampit dengan selamat serta disambut oleh teman-teman di basecom Jampit oleh Nisya Dkk. Tak lama disana kami langsung memutuskan untuk turun ke Kota, karena masih banyak kegiatan di daerah kota.
Selang beberapa hari, kita kesana lagi untuk menemui semua calon anggota baru kala itu, karena meraka akan cekout ke Depok lagi. Dengan menggunakan kereta dari Jember dan sebelum cekout mereka masih singgah di teman-teman Mahapena FEB Unej. Tak lupa kami menyempatkan diri untuk berswafoto dengan mereka dengan keadaan letih, lesu dan masih dengan keadaan dihantui salah satu kegagalan mencapai cek point. 
Swafoto dengan Peserta dan Mentor BKP 16 MAPALA UI

Selanjutnya, kegiatan mereka tidak terhenti hanya mendaki pegunungan Ijen. Tetapi mereka masih harus melewati serangkaian acara yakni mendokumentasikan kegiatan mereka selama di Bondowoso dan  mempublikasikan kepada khalayak dengan dikemas  talkshow dan pameran BKP 16.  Pada saat itu , saya hadir diundang oleh teman-teman MAPALA UI Untuk mengenalkan Potensi Lereng Ijen di Aula Apung Perpusat Universitas Indonesia. Yang sekaligus memepertemukan saya dengan orang-orang hebat yang berkiprah di dunianya masing-masing dengan karya-karya luar biasa. Harapan besar dengan hadirnya teman-teman dan hadirnya saya ke UI bisa sharing pengetahuan untuk kemaslahatan masyarkat Bondowoso di Pelosok seperti dususn Tol-tol Timur dan masyarakat Bondowoso secara umum. Karena dengan hadirnya mereka diharapkan, ada multi efek untuk kesejahteraan masyarakat Bondowoso.

Kamis, 03 Mei 2018

Siapkah menjadi Pemuda Pelopor 2018

2:24:00 PM 0

                Hari Kamis 26 April 2018, bertempat di gedung olahraga Pelita Bondowoso, kami 54 pemuda Bondowoso mengikuti ajang pemilihan pemuda pelopor 2018 kabupaen Bondowoso. Pemilihan ini di mulai dari seleksi berkas dari tanggal 18-20 April dan seleksi tulis pada tanggal 21 April 2018 serta seleksi wawancara di lakukan pada hari minggu tanggal 22 april 2018. Kami dari 54 peserta di seleksi secara ketat untuk di pilih mewakili kabupaten Bondowoso ketingkat propinsi  yang akan dilaksanakan pada tanggal 08 Mei 2018, kami dipilih tiga pemuda untuk mewakili setiap bidang. Sementara ada beberapa kategori dalam pemilihan pemuda Pelopor kali ini. jika, pada tahun 2017 di pilih empat kategori pemuda pelopor, pada 2018 di bagi menjadi lima kategori :
  1. Bidang Pendidikan;
  2.  Bidang Sosial Budaya, Pariwisata dan Bela Negara;
  3.  Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan;
  4. Bidang Pangan;
  5.  Bidang Teknologi Tepat Guna, Komunikasi dan Informasi;
Penobatan Pemuda Pelopor 2018

Alhamdulillah, pada hari ini saya dapat menyuarakan pendidikan masyarakat pelosok Bondowoso, pendidikan masyarakat pelosok yang perlu diperhatikan. Dalam ajang pemilihan ini saya mengikuti bidang kegiatan pendidikan. kegiatan yang saya ajukan dalam makalah saya dengan judul “ Book Adventure : mendidik masyarakat pelosok dengan membaca” kegiatan yang saya lakukan #kerjabarengan dengan Relawan Muda Bondowoso, yang merupakan perkumpulan pemuda yang peduli kepada Kotanya. Book adventure merupakan program yang terlahir sekitar dua tahun silam tetapi, eksekusinya baru bisa dilakasanakan sekitar satu tahun ini.

Book Adventure “Jelajahi Dunia Dengan Membaca”

Kabupaten Bondowoso merupakan daerah ek-karesidenan Besuki yang berada di wilayah pegunungan dan perbukitan, dengan sebaran penduduk tidak merata. Hal ini menjadi permasalahan ketimpangan pendidikan antara kota, desa dan daerah pelosok Bondowoso. Berangkat dari kompleksitas permasalahan pendidikan di Bondowoso inilah, Terlahir ide gerakan Literasi berbasis masyarakat dengan nama Book Adventure.
 Book adventure merupakan gerakan yang telah dilakukan oleh kami. bergerak dalam peningkatan mutu pendidikan di pelosok Bondowoso dengan mendatangkan buku berkualitas kepada mereka. Book adventure terlahir karena melihat kondisi minat baca dan kondisi bahaan bacaaan kualitas di daerah pelosok Bondowoso yang kurang. Maka kami sebagai pemuda Bondowoso dan masyarakat Bondowoso secara administratif, merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut urun turun tangan dalam menangani masalah pendidikan ini.
Book Adventure, kami gagas sekitar dua Tahun yang lalu. Mengingat waktu itu. kami sedang mengunjungi beberapa dusun yang terletak jauh dari keramaian. Kami disana menyaksikan betapa minimnya sarana buku bacaan dan minat baca di beberapa dusun tersebut. berawal dari kunjungan kami waktu itu, untuk mengantarkan teman-teman dari  Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia untuk melakukan ekpedisi pegunugnan ijen. Asumsi Kami berkeyakinan bahwa di pelosok Bondowoso, kondisi hampir seperti ini semua. dan itu terbukti setelah kami melakukan jelajah ke beberapa pelosok Bondowoso. Kami menemukan kesamaan permasalahan dalam bahan baca dan minat baca.
Sekitar akhir 2016 gerakan ini kami lakukan dengan bergerak secara mandiri, kami melakukan kegiatan penuh dengan banyaknya rintangan, yang sangat mengkhawatirkan ketika itu, medan yang kami tempuh jalanannya licin, berbatu, tidak jarang kami beberapa kali terjatuh dengan kendaraan roda dua yang kami gunakan. Tidak berhenti disana, lokasi yng berada di perbukitan juga rawan Longsor, yang sesekali mengancam mereka terisolasi karena jalan yang mereka lewati, tertimbun longsor. Dan mengancam keselamatan kami saat mendistribusikan buku bacaan dan berkegiatan dipelosok. Dan setelah melihat resiko dan tantangannya kami justru lebih tergerak untuk lebih konsisten dalam melakukan gerakan ini.
Book adventure ini, mirip dengan perpustakaan keliling dengan mernggunakan motor meunju ke daerah pelosok. Dengan membawa buku di dalam Box Motor di pasang dibelakang jok sepeda motor kami. Kami hampir dua minggu sekali menuju ke titik lokasi pelosok. Akan, tetapi, dengan keterbatasan waktu, tenaga, biaya dan fikiran, kegitan ini diadakan menjadi sebulan sekali pada pertengahn tahun kemarin. Akan tetapi, Dengan tekat dan niat yang kuat, gerakan Book adventure saat ini tidak hanya bergerak sendiri.

Rumah baca "Soko Raong”
Tepatnya. Pada awal 2017 kami bergerak bersama komunitas Relawan Muda Bondowoso, kami #kerjabarengan dengan memperjuangkan misi besar ini, yakni kami bertekat disalah satu dusun yang pernah kami kunjungi tersebut, dapat dirikan  rumah baca  agar menjadi alternatif berkegiatan dalam meningkatkan mutu pendidikan di pelosok Bondowoso. Dan mengingat saat ini armada yang membawa buku ke Lokasi masih terabatas. Maka kami memberanikan diri memberdayakan masyarakat setempat dengan membuka rumah baca. Di akhir tahun pada tahun 2017 yang lalu, rumah baca yang pertama terlahir, berkat inisiasi gerakan Book Adventue dengan kerja barengan Relawan Muda Bondowoso.
Rumah baca pertama ini, terlahir di Dusun Tol-tol Timur, Desa Rejoagung Kecamatan Sumberwringin, kabupaten Bondowoso. Rumah baca tersebut terlahir dengan nama “Soko Raong”. Diberikan nama tersebut karena berada di lereng Gunung raung, nama tersebut diambil dari suku kata “soko” (Madura) dalam bahasa Indonesia berarti “kaki”. Dengan adanya rumah baca tersebut, gerakan Book Aventure menjadi cukup mudah melakukan kegiatan disana. karena tidak harus lagi membawa naik turun buku dengan box. Dan gerakan book adventure, ini kedepan telah menyusun rencana program yang akan dilakukan selama lima tahun kedepan dan beberapa program kerja yang telah dilakukan dan akan di lakukan di Rumah baca “Soko Raong  rencana ini tentu perlu dukungan dari berbagai pihak dan kedepan bisa di terapkan dirumah baca yang lainnya serta di dirikan diseluruh pelosok kabupaten ini.
Harapan kami, gerakan ini tidak berhenti dalam kegiatan sementara. Tetapi gerakan ini di harapkan menjadi gerakan masif di Bondowoso mengingat, masih sangat rendahnya minat baca dan rendahnya kualitas Sumber daya manusia. Oleh karena itu, gerakan ini perlu lebih banyak lagi yang terlibat. Untuk menuntaskan tanggung jawab bersama, permasalahan kualitas pendidikan di Bondowoso khususnya, dan permasalahan kualitas pendidikan Indonesia pada umumnya.



            Dusun Tol Tol Timur
Dusun Tol Tol Timur merupakan salah satu dusun terjauh di Desa Rejoagung Kecamatan Sumberwringin. Dusun ini terletak diantara kebun kopi dan hutan Produksi milik Perhutani. Menuju dusun tersebut hanya bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan Roda dua. Jarak antara dusun dengan pintu masuk dusun tersebut cukup jauh, kurang lebih berjarak 500 Meter dengan kondisi jalan yang sulit di tempuh, sementara pintu masuk dusun tersebut berada di antara jalan menuju Bondowoso dan kawah ijen. Karena kalau hujan turun jalannya licin, juga sering terjadi longsor di jalan tersebut. Didusun tersebut hanya memiliki fasilitas Pendidikan berupa Sekolah Dasar dengan Tiga lokal bangunan dan satu Musholla sebagai saran pendidikan agama. Serta memeiliki sarana ibadah berupa masjid, yang terletak di tengah dusun tersebut.
            Kondisi pendidikan dusun tol-tol Timur masih sangat kontras dengan keadaan di desa pinggiran kota. kendala utama yakni semua guru di datangkan dari Bondowoso kota dan daerah kecamatan tersebut, karena sulitnya akses dan jarak yang di tempuh oleh guru menuju ke sekolah, terkadang mereka baru bisa masuk kelas setengah delapan pagi, dan pulangnya sekitar jam sebelas siang. Selepas kegiatan Sekolah Dasar, mereka tidak ada kegiatan belajar mengajar lagi. Mereka lebih banyak melihat televisi dan tidak adanya fasilitas seperti rumah baca atau tempat beramin yang edukatif. Ini yang kami rasa menjadi pemicu rendahnya kualitas hidup dan pendidikan di tol-tol Timur. Terkadang bukan Cuma masalah itu yang di hadapkan pada anak-anak di dusun tol-tol, bahkan sebagin dari mereka ada yang tidak masuk dengan alasan ikut membantu ke kebun bersama orang tua.
Melihat pendidikan di dusun ini sangat kurang, tentu membuat kami merenung bagaimana menggerakan masyarakat setempat untuk menjadi agen perubahan. Sebenarnya didusun tersebut sudah ada satu pemuda yang menempuh perguruan tinggi, tetapi masih belum bisa di berdayakan dalam bidang pendidikan. Usaha kami lakukan terus berkomunikasi dengan mereka, pemangku kepentingan disana, terkadang harus bisa komunikasi dengan mereka.
            Mata pencaharian masyarakat tol-tol timur merupakan buruh tani dan sebagian besar memiliki kebun kopi yang dikelola mereka, tetapi tanah kebun tersebut milik perhutani. Dusun ini berada di tengah hutan produksi perhutani, tentu dengan memanfaatkan hutan produksi tersebut masyarakat setiap harinya keluar masuk hutan di sekitar mereka, karena kegiatan ini merupakan satu-satunya yang bisa mereka lakukan. Masyarakat didusun tol-tol Timur ini hanya ada sekitar 34 kepala keluaga dengan meyebar di antara hutan produksi milik perhutani tersebut.


Data diatas merupakan data yang kami ambil, untuk menentukan strategi Book Adventure di Dusun Tol Tol Timur. Dari data tersebut menunjukkan potensi masyarakat untuk di kembangkan dalam peningkatan pendidikan. Dengan masyarkat yang rata-rata suku Madura, dan pendidikan paling tinggi hanya tingkat SD bahkan ada yang tidak pernah bersekolah. Akan tetapi, saat ini dari sebagian mereka sudah sadar, agar anak-anak mereka tidak mengikuti jejak mereka. Berdasarkan, pemetaan yang dilakukan oleh kami, idenifkasi masalah, siapa yang berpengaruh dalam hal ini tokoh masyarakat untuk di gerakkan. Dengan kerja keras, kami berusaha mendirikan rumah baca disana sudah terlakasana dengan dukungan tokoh masayarakt setempat.
Saat ini, salah satu tokoh yang sering berkomunikasi dengan kami telah menginisi pendidikan Madrasah Diniyah dan kami di persilahkan mengisi kegiatan rumah baca disana dengan menggadengkan sekolah tersebut. Rumah baca yang selama ini berada di ruang tamu kepala dusun dengan ruangan yang tidak begitu luas, kami rasa menginginkan beberapa fasilitas untuk berkegitan. Dengan adanya, inisatif dari masyarakat yang ikut tergerak tersebut membuat kami semakin bersemangat. Mereka sampaikan kepada kami bahwa mereka tidak ingin, anak cucunya seperti mereka.
Guleh gun bisa agebey tempatah cong, se ngajer deggik mantoh guleh alumni pesantren e pekesan. Teros cakancah mbian mon agebeyeh kegiatan bisa e kantoh pon cong, guleh ngabesagin pendidikan e tol tol nikah cong. Ceng ngenesah. Dinah mon se toah pon karoan cong, anak potoh mander tak engak abek cong, tak bisa asakolah teggih. ( saya Cuma bisa membuat tempatnya mas, yang ngajar nantinya menantu saya, dia alumni salah satu peantrren di Pakisan. Anda dan temen-temennya bisa buat kegitan disini nantinya mas. Saya melihat pendidikan di Tol tol ini sangat misris mas,biarkan yang tua sudah di takdirkan berpendidikan seperti ini, anak cucu jangan sampai seperti kami).
           
            Dengan pernyataan tokoh tersebut, mereka ingin keadaaan pendidikan di Tol Tol Timur semakin membaik, secara tidak langsung dengan adanya Book adventure kesadaran mereka akan pentingnya pendidikan lebih meningkat. Oleh karenanya perlu mengubah mindset masyarakat akan pentingya pendikan. Dengan apa menyadarkan mereka sebagai orang tua, yakni dengan literasi parenting. Salah satu yang menajadi penting dalam gerakan kami, keterlibatan masyrakarat secara langsung untuk peduli pendidikan, ini adalah upaya pemberdayaan pendidikan yang kami lakukan.
            Kedepan misi ini, bukan hanya di Dusun Tol-Tol Timur, akan tetapi akan terus berkembang di seluruh pelosok Bondowoso. Dusun Tol Tol merupakan yang pertama dan sebagai contoh gerakan Book Adventure. Harapan kami partisipasi dari semua masyarkat terlebih pemuda Bondowoso, memeilki empati terhadap kabupatennya. Kerjasama ini tidak menutup kermungkinan nantinya bekerjasama dengan komunitas yang lainnya.

Sabtu, 28 April 2018

Kartini Masa Kini, Kartini Zaman Now

11:59:00 PM 0

Pada hari sabtu kemarin  21 April 2018, sahabat di Relawan Muda Bondowoso melaksanakan kegiatan Memperingati hari Kartini. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang di inisisasi oleh srikandi-srikandi Relawan Muda Bondowoso. dalam kegiatan pada hari itu membagikan bunga yang terbuat dari kain flannel warna merah muda dan merah maroon, sekitar 100 bunga yang akan mereka bagikan di sekitar alun-alun dan sekaligus penggalangan dana Ekpedisi Pelosok Negeri ke 9 yang akan dilaksanakan pada tanggal 05-06 Mei 2018, Kegiatan EPN kali ini kan dilaksanakan di Dusun Leduk Desa Petung Kecamatan Pakem Bondowoso. selain membagikan bunga pada hari kartini tersebut tema-teman juga disibukkan dengan pengumpulan buku bacaan dan baju layak pakai. Di hari yang sama saya sendiri disibukkan dengan kegiatan seleksi pemilihan pemuda pelopor 2018 Kabupaten Bondowoso. sayapun tidak bisa ikut dengan teman-teman untuk membagikan bunga tersebut yang dipusatkan di sekitar alun-alun Ki Bagus Asra.

Dengan berat hati, saya meninggalkan kegiatan tersebut tetapi saya membeli 2 potong bunga tersebut untuk mengurangi beban dan sebagai tanda terima kasih saya kepada teman teman atas kerja kerasnya untuk Hari kartini dan Ekpedisi pelosok Negeri kali ini. Akan tetapi, dua potong bunga tersebut saya simpan di jok Motor. Tetapi saya bingung mau dihadiahkan kepada siapa, sementara saya sibuk dengan kegiatan seleksi tersebut. Sepanjang perjalanan dari kota sampai rumah terus mikir, bunga ini akan di hadiahkan atau ditinggal begitu saja. Akhirnya sesampainya dirumah sayapun istirahat, pagi itu ditanggal 21 saya kepikir hanya kepada ibu dan di buat kejutan di hari minggu tanggal 22, pas acara di disparpora. Akhirnya kedua bunga itu sold out.

Kartini Masa Kini Yang Tangguh


Pada tanggal 21 April 2018, satu bunga hari Kartini sampai di tangan perempuan yang hampir dua puluh lima tahun menyayangiku tanpa pamrih dan meminjamkan rahimnya untuk saya singgahi selama beberapa bulan itu. pada pagi hari, sewaktu beliau masih di dapur dengan baju emak-emak yang lagi masak dan sibuk dengan kegiatan pagi saya sempatkan memberikan bunga tersebut, sebelum berangkat untuk mengikuti ajang pemilihan pemuda pelopor di kabupaten. Mengapa saya memberikan bunga Hari Kartini itu kepada Ibu, karena selama ini sosok kartini masa kini berada pada beliau.
Ibu bagi saya merupakan sosok kartini masa kini yang tangguh, dengan keterbatasan waktu beliau masih menyempatkan melakukan kegiatan kerja di sektor publik dengan menjadi penjual barang pecah belah dan alat rumah tangga  ke daerah pelosok yang amat jauh dengan pasar. Tetapi, tidak meninggalkan kewajiban sebgai sosok seorang ibu dan isteri, beliau sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknyan, baik pendidikan saya dan adik-adik. Beliau sangat tahu apa kegitan kami dan semua tentang kami. Sementara dibalik semua perhatian dan pantau terhadap pendidikan kami, beliau sangat demokratis dalam mendidik kami, dengan memberikan kebebasan pada anak-anaknya untuk menggeluti atau menekuni apapun keinginan kami. Tidak pernah menuntut menjadi apa ataupun menjadi siapapun.
Sampai saat inipun, pendidikan saya yang hampir di ujung tanduk beliau tetap support dengan memberikan nasehat yang tidak memeojokkan tetapi, nasehat bagaimana saya harus tetap berdiri tegak menerjeng semua tantangan ini. beliau tidak menuntut banyak tentang hasil akhir dari pendidikan kami. Tidak harus PNS ataupun menjadi Dosen. Beliau menyerahkan semuanya kepada kami dan beliau menyerahkan karir kami kepada sang Pemilik Semesta, Allah SWT. Beliau memang pemilik rahim yang tangguh, Kartini Masa KIni. Meskipun beliau tidak sampai lulus SD beliau sangat mendukung apapun yang menjadi keinginan kami dalam menempuh pendidikan bahkan harta satu-satunya waktu itu dihibahkan untuk pendidikan kami. Rela naik turun pegunungan berjualan demi pendidikan kami.
Dengan saya memberikan bunga di hari kartini ini, menjadi pengobat rindu ibu pada anaknya, yang selama ini selalu ditinggal dan selalu di abaikan oleh anak pertamanya ini. Andai hari ini Kartini masih hidup, akan saya bilang kalau Hari Kartini itu tidak usah dirayakan, cukup merayakan hari Ibu saja. Karena bagi saya, Kartini hidup dalam sosok seorang ibu saya. Terima kasih pemilik rahim, Kartini kami dalam keluaga Al- Angwari .
Di hari yang sama sebenarnya saya akan memberikan kejutan di aula disparpora, karena timingnya belum tepat, akhirnya saya memberikan kejutan tersebut di hari selanjutnya. Yakni tanggal 22 April 2018, kebetulan pada hari itu ada salah satu peserta yang ulang tahun juga dan  menjadi kejutan bagi kami yang mengikuti acara pada hari itu.

Jumpa dengan Kartini Zaman Now

Di hari kartini sebenarnya saya ingin memberikan kejutan memberikan bunga tersebut pada salah satu  peserta ataupun panitia yang perempuan. Tetapi, yang menjadi bidikan pada hari tersebut adalah Kartini Zaman Now, saya menyebutnya. Pertama jumpa, saya sempat ngobrol tapi lupa namanya. dia lebih muda sekitar 4 tahun dari saya, tetapi dia memeiliki kepedulian tinggi terhadap pendidik anak dan perempuan di pelosok, Cukup miriplah dengan Kartini yang dahulu.
Sepertinya dia juga terlahir dari kalangan bangsawan seperti Kartini yang terlahir di keluarga kerajaan. Tetapi penuh pingitan. Berbeda dengan #kartinizamannow ini, dia anak salah satu tumengunglah kalau di tranformasi ke jaman kerjaan. Dia sangat peduli pada pendidikan di pelosok Bondowoso. tapi saya tidak ingin  banyak tahu tentang dia, alahmdulillah, saya masih ingat asal dia menuntut ilmu.
Rencana di hari 21 itu, satu bunga itu akan saya berikan pada dia. tetapi, waktunya tidak memungkinkan karena setelah tes , masih ada latian mars Pemuda Pelopor yang baru selesai sekiatar jam 2. Bunga itu tidak jadi berlabuh di tangan #kartinijamannow itu, tetapi aku berikan kepada salah satu peseta yang ulang tahun tersebut, meskipun dengan perasaan kurang enak, karena tidak sesuai harapan. Kenapa bunga itu tidak berlabuh pada dia #kartinizamannow.

Mungkin, itu saja cerita hari Kartini di tahun ini. Selamat hari Kartini kepada seluruh Kartini masa kini dimanapun kalian berada. Dan kepada pria dimanapun, mari menjadi seperti Kartono (kakak Kartini) dan menjadi Raden Aryo (Bupati Rembang suami kartini). Berikan ruang pada perempuan untuk mengkpresikan karyanya dan gagasannya.

Jumat, 16 Maret 2018

Mendadak Survei: Jadi Pergi Berlibur Ke Kota Batu

10:04:00 PM 0


Selamat pagi, semoga kita masih menjadi manusia yang selalu bersyukur.
                Kali ini, saya akan bercerita perjalanan bekerja sebagai surveyor salah satu Lembaga survei dan sekaligus berwisata gratis ala surveyor.  Tepatnya pada tahun 2016, saya bersama sahabat-sahabat koerawa mendadak survei ke salah satu kota yang dikenal dengan kota wisata yaitu Kota Batu. Kota yang terletak di Malang Raya ini, merupakan kota yang baru saja di bangun dan baru saja berdiri sebagai kota. nah, waktu itu kita mendadak survei kesana untuk pelayan publik dan masalah sosial yang terjadi disana. Kita ditugaskan oleh salah satu lembaga survei swasta, dengan gaji cukup buat seorang mahasiswa tingkat galau waktu itu.

                Sehari sebelum kita berangkat, kita diberi kabar oleh satu sahabat kita di koerawa kalau mau ada survei ke kota Batu. Setelah itu, kita semua mendaftar kecuali beberapa yang tidak ikut mendadak survei. Kita training untuk melakukan survei setelah itu ternyata kita tandom kerjanya, jadi satu desa dua surveyor. Dan pada akhirnya Kita berangkat bareng ke Batu menggunakan Bis Akas Malang-Jember. waktu itu kita sempatkan dulu berswafoto di dalam bis, kita berangkat bertujuh yang salah satunya merupakan surveyor sejati diantara sahabat-sahabat koerawa yang lain yaitu si jangkung Fahmi. Kebetulan saya pada saat itu tandem dengan salah satu surveyor cewek dari kota lain. Dengan membawa kuesioner dan hadiah untuk responden berupa kaus, saya berangkat dari Jember dengan 20 kuesioner di dalam tas dan 20 lembar kaus di tangan.
Rekan Tandem

                Sesampainya di kota Malang, saya masih mencari tempat beristirahat sejenak sebelum berangkat ke Desa yang di tuju. Kebetulan waktu itu saya diajak ke kontrakan temennya Bli Irham yang waktu itu kontrakannya deket UMM. Dengan rasa lelah Jember-Malang, kita masih istirahat meluruskan otot yang tegang. Pada akhirnya, kita sudah siap tempur untuk turun ke desa masing -masing.  Kalau tidak salah waktu itu bli Irham ke daerah Tretes, sementara saya berangkat ke Desa Tulungrejo Kecamatan Bumi aji. Kita berpencar kesemuanya mulai melakukan rekam data ke balai desa, bahkan ada yang di tolak meminta surat dari bakesbangpol kota batu, sementara waktu itu kita sudah memiliki surat ijin dari bakesbangpol Jawa Timur. Dengan perasaan capek kita meloby perangkat desa, mereka masih ngotot minta surat dari  Bakesbangpol Kota Batu. Akhinya saya berangkat ke balai kota untuk meminta kepada tim yang telah mengurus disana. akhirnya dengan perasaaan lega kita dapat meloby perangkat desa dengan menghubungi kepala desa langsung dan yang menjadi pihak lobiying saat itu temen tandem saya yang cewek tersebut.

                Setelah itu kita mulai mengacak Dusun untuk dibagi menjadi dua dengan tandem saya. Akhirnya kita mendapatkan lokasi yang akan menjadi objek dan responden kita. tetapi hari telah sore, dengan secepatnya saya dan kawan tandem saya, yang waktu itu saya belum tau asalnya darimana dan namanya siapa, ikut saya mencari tempat berteduh untuk beberapa hari ke depan. Kita menuju rumah Kasun yang berada tidak jauh dari Selecta. Selecta merupakan tempat wisata yang terkenal di kota Batu. Tepatnya dirumah pak kasun Khamim, orangnya tinggi besar dan kasun yang perlu di contoh oleh kasun dikota saya mungkin. Akhirnya, kita di terima langsung oleh beliau, beliau merupakan kasun yang memiliki jiwa politik yang tinggi dan juga pengusaha.
Visi dan Misi Perusahaan Roti Pak Kasun

                Waktu itu, kita dipersilahkan menempati rumah ketiganya. Untuk beberapa hari kedepan dengan ditemani oleh Sam Wawan yang waktu penuh tato di tubuhnya, tetapi dia baik banget. Dia mengatakan dia menyukai seni tattoo, tapi sudut pandangku waktu itu orang bertatto pasti orang gak bener, tetapi sejak itu saya baru menyadari bahwa otak saya selama ini sakit, mengenal orang Cuma melalui penampilan dhohirnya. Mas wawan mempersilahkan kita untuk memilih kamarnya, yang kebetulan waktu itu rumah tersebut juga sebagai tempat produksi kripik Apel. Ya, pak kasun Khamim ini merupakan kasun sekaligus pengusaha beberapa usaha, dari kontraktor sampai produksi makanan. Tiga rumah yang di miliki itu, dua diantaranya merupakan rumah usahanya. Rumahnya berdekatan, antra satu dengan yang lain, Rumah utama merupakan rumah untuk pak kasun sekeluarga dan yang dua rumah produksinya merupakan tempat memproduksi kripik dan roti.

Merek Roti Milik Pak Kasun

                Pagi selepas jam tujuh waktu itu, datang beberapa ibu-ibu dengan membawa pisau kecil untuk mengupas kulit apel di rumah yang saya tempati semalam tersebut. Tidak lupa saya mengabadikan moment tersebut. di tempat ini yang menjadi penaggung jawab produksi adalah mas wawan, mas wawan yang mengatur beberapa kegiatan disini dengan di temani beberapa karyawan lainnya di produksi. Dalam produksi keripik ini ada sisi pemberdayaan ibu-ibu lanjut yang menjadi pekerja harian di dalam produksi ini. waktu itu saya tidak bertanya berapa gaji mereka, tetapi waktu yang terlintas bagi otak saya adalah bagaimana saya bisa menciptakan lapangan pekerjaan seperti pak khamim tersebut. selepas dari rumah respon yang dekat-dekat, malam hari itu saya diajak mas wawan untuk melihat langsung prosuksi diruangan belakang dan sekaligus menikmati kripik apel sepuasnya. Waktu itu saya di tunjukkan satu persatu prosesnya dari pencucian sampai bisa di nikmati dan menjadi oelh-oleh khas kota Wisata Batu.
Ibu-ibu yang asyik mengupas Apel

                Selepas itu, saya juga dipersilahkan oleh Pak Khamim untuk melihat usaha yang di rumah keduanya yaitu Roti. Roti tersebut bermerek Roterdam yang beralamatkan Jalan Selecta Kota Batu. Saya masuk ke bagian gudang tepung yang berada dia lantas atas dan masuk ke ruang produksi di bawah, kebetulan rumahnya ini berada di bukit, jadi ruang produksinya berada di bawah. Saya melihat bagaimana prosesnya sampai di kemas dengan higenis. Setelah saya Tanya sudah sampai mana produknya tersebut, ternyata sudah sampai ke luar kota Batu dan Malang. Di rumah produksi Roti ini, banyak karyawan laki-laki beda dengan di rumah produksi kripiknya. Mungkin karena yang memiliki usaha roti ini atas nama Pak Khamim dan Produksi kripik kata pak khamim di pasrah kepada sang istri.  Setelah itu, berlanjut menjelaskan beberapa visi misi perusahaannya dan beberapa tujuan yang ingin memberdayakan orang-orang sekitarnya.
Perusahaan Roti Pak Kasun

                Dua hari telah berlalu di lokasi dusun dekat saya tinggal, saya masih memiliki tugas mewawancarai dua responden di Dusun terjauh yakni Dusun Wonorejo yang berada di jalan menuju Wisata Coban Talun. Dari dusun dekat balai Tulungrejo rumah pak Khamim tersebut, saya berjalan kaki sejauh kurang lebih dua kilo meter. Waktu itu mau naik ojek eman uangnya sudah mepet. Akhirnya berjalan kaki sejauh itu, tetapi kurang sepertiga perjalan bertemu bapak yang baik hati, dengan mempersilahkan bonceng sampai ke dusun Wonorejo. Akhirnya, saya sampai disana sekitar jam dua siang, akhirnya saya mengacak siapa yang mau diwawancarai, dengan cuaca dingin kota Batu kalau sudah menjelang malam, mulai terasa. Saya memewancai baru selesai sekitar jam delapan malam, dengan cuaca berkabut disana, akhirnya saya memutuskan untuk tidur di Masjid terdekat. Karena, sampai saat ini, tempat teraman sepanjang berkelana adalah masjid. Meskipun akhir-akhir ini masih terjadi kekerasan dirumah ibadah, Tetapi waktu itu tidak.  Saya berpamitan untuk tinggal di masjid tersebut ke RT setempat, tetapi malah waktu itu diajak ngobrol dan di suguhi apel segar malam-malam dengan suasana dinginnya Kota Batu dan makanan ringan bernuansa pedesaan. Kita ngobrol sampai kira-kira sampai jam 9, akhirnya dengan besar hati dan baik hati saya diantarkan oleh pak RT Tersebut kerumah Pak Khamim, karena keesokan harinya saya harus menyelesaikan di dusun yang berada di tengah, karena mengejar target juga. Akhirnya, sesampainya di rumah produksi kripik apel tersebut sudah di siapkan nasi Goreng dan teh panas yang mulai dingin karena sejuknya kota Batu.
 Bahan Kripik Apel

                Kamipun makan bersama di akhir malam-malam bersama sebelum besok siang cabut, untuk cleaning data bersama bang Muhlisin. Bercerita banyak dengan mas wawan dan rekan tandem saya sampai larut malam, banyak yang kita bicarakan mulai produksi sampai masalah tattoo sebagai seni. Dengan keadaaan malam yang dingin itu, aku masih menyempatkan untuk ke tempat produksi lagi dibelakang  menemani mas wawan. Dengan mesin berkapasitas kurang lebih 20 liter minyak nabati.
 Tulungrejo

                Mentaripun meyingsing, pagi saat itu seakan menjadi hal yang indah dikota orang dengan beban survei masih belum rampung keseluruhan. Setelah sarapan saya berpamitan kepada Pak Khamim dan keluarga di Rumah utama untuk melanjutkan di dusun yang belum selesai sekaligus pamit untuk pulang ke Jember. kamipun masih di suruh membawa beberapa apel segar untuk cemilan, dengan sigap saya memasukkan apel-apel segar tersebut ke dalam tas saya yang mulai luas, karena kuesioner sudah berkurang dan kaus sudah tinggal beberapa.
Desa Sejuta Apel

        Setelah saya pamit, HP saya bunyi ternyata kabar dari sahabat-sahabat koerawa mereka sudah selesai dan beberapa yang lainnya tinggal satu. Saya mengabari mereka kalau punya saya masih tinggal beberapa, karena kendala tidak ada kendaraan. Akhirnya mereka yang selesai, meyusul saya dengan membawa kendaraan pribadi. Fauzi, lian dan Bli Irham ketempat saya. Kebetulan pas telpon saya lagi berada dirumah responden, yang kebetulan juga saya harus bersuara lirih menerima telpon dari mereka. Akhirnya mereka dengan rasa khawatir mereka menjemput saya. Tapi waktu itu saya lagi menikmati buah apel dan beberapa buah hasil kebun responden. Kebetulan yang saya wawancarai anak SMA kelas tiga waktu itu, mereka datang lalu dengan suara lirih ketelinga saya bilang “ tak Kiro wes smaput kon, suaramu barusan seperti orang mari smaput, malah wawancarai wedok ayu  kon iki”. Saya Cuma bisa senyum kecil ke mereka. Oiya ada yang lupa, kota batu ini merupakan tempat pejuang HAM Munir, disana saat ini berada Omah Munir yang terletak di kanan jalan dari arah kota Batu Menuju Rumah Pak khamim.
Akhirnya semua telah selesai, kitapun berempat balik ke kota dan melakukan cleaning data. Tidak lupa kita masih mampir ke ketan legenda yang antrinya  Masyallah. Kita mulai kembali berkemas diri untuk balik lagi malam itu ke jember, tetapi kita putuskan balik pagi hari, malah itu kita menginap di rumah saudara dan teman-teman kenalan di Malang.
                Perjalan ini sunggguh berkesan bagi saya, banyak pelajaran dan tentunya ini yang dinamakan mendadak survei dan traveling gratis ala surveyor.  Terima Kasih Saiful Mujani, Ngalam,Kota Batu, Pak Kasun Khamim, Pak Amri Selecta, Pak RT di Wonorejo, responden dan semua pihak yang telah berbuat baik pada saat itu. kapan-kapan saya kesana lagi, Insyallah dengan cerita berbeda.

Batu, itu namamu.
Kota dengan seribu cerita.
Meskipun, hanya beberapa hari aku berada di pelukanmu.
Kota Wisata, Julukanmu.
Penuh inspirasi yang tumbuh dalam otakku ketika aku menyertaimu.
Omah munir, menjadi saksi bahwa kamu kota pahlawan HAM.
Roti Roterdam Dan Kripik Apel, menjadi saksi bahwa kamu kota berdikari.
Batu, itu namamu.
Alam nan indah, elok menawan hati.
Dinginmu, seakan menyihirku untuk memelukmu.
Batu, baik-baiklah dengan pemimpin barumu.
Suatu saat aku akan kembali menyambangimu dengan cerita baru.